Selena Gomez Ungkap Perjalanan Bipolar, Sempat Salah Diagnosa
Selena Gomez kembali terbuka soal kesehatan mental, terutama sejak didiagnosa gangguan bipolar. Penyanyi dan aktris 33 tahun itu mengaku perjalanannya tidak mudah, bahkan sempat mengalami salah diagnosa.
Ia pertama kali mengungkap kondisi tersebut pada 2020 lewat Instagram Live bersama Miley Cyrus. Meski berat, Selena menyebut diagnosa itu justru melegakan karena akhirnya memahami dirinya.
Dalam podcast 'Friends Keep Secrets', Selena bercerita lebih dalam. Saat ditanya suaminya, Benny Blanco, apakah ia sudah menyadari kondisinya sejak awal, ia menjawab jujur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu ada yang salah, tapi sempat salah didiagnosis. Orang-orang hanya berasumsi, dan saya mencoba banyak terapis," ujarnya.
Ia menambahkan, proses memahami kesehatan mental tidak sesederhana menyuruh seseorang pergi ke terapis. Selena mengaku harus berkonsultasi dengan banyak pihak hingga akhirnya mendapat diagnosis yang tepat, termasuk menjalani perawatan di beberapa pusat rehabilitasi.
"Saya bersyukur pernah ke empat tempat berbeda karena semuanya membantu saya memahami kondisi ini," katanya.
Sejak memahami kondisinya, Selena merasa hidupnya lebih ringan. Ia kini mengerti alasan di balik reaksi emosional yang dulu sulit dikendalikan.
"Selama ini ada semacam stigma terhadap terapi atau karena tidak dipahami. Padahal mungkin itu bukan untuk semua orang. Buat saya, ini membantu mengerti kenapa saya bereaksi seperti itu, kenapa orang lain bisa cepat move on sementara saya tidak," katanya.
Selena Gomez dan Benny Blanco Foto: Instagram @selenagomez |
Blanco juga membagikan pengalamannya mendampingi Selena, termasuk saat ia mengalami episode manik tanpa langsung menyadarinya. Dalam episode tersebut biasanya seseorang suasana hatinya meningkat secara ekstrem, euforia, atau mudah tersinggung, dan disertai peningkatan energi yang drastis,
"Dia baru sadar setelah itu terjadi, bahkan kadang tidak ingat," kata Blanco.
Selena juga menekankan pentingnya pasangan yang suportif. Menurutnya, Blanco memahami kondisinya tanpa menghakimi.
"Sangat membantu punya pasangan yang bisa menemui kita di posisi kita," tambahnya.
Di akhir, Selena menegaskan bahwa diagnosis bukanlah label yang mendefinisikan seseorang. "Kamu tidak ditentukan oleh sebuah istilah," tutupnya.
(kik/kik)












































