Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Punya Anak dari Influencer, Elon Musk Mendadak Ajukan Hak Asuh Penuh

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 13 Jan 2026 13:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tesla CEO Elon Musk attends the Saudi-U.S. Investment Forum, in Riyadh, Saudi Arabia, May 13, 2025. REUTERS/Hamad I Mohammed
Elon Musk Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed
Jakarta -

Elon Musk menyatakan akan mengajukan hak asuh penuh atas putranya dengan influencer sekaligus penulis Ashley St. Clair. Langkah ini diambil setelah St. Clair secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap komunitas transgender, perubahan sikap yang memicu reaksi keras dari Musk.

"Saya akan mengajukan hak asuh penuh hari ini, mengingat pernyataannya yang menyiratkan bahwa ia mungkin akan mentransisikan anak laki-laki berusia satu tahun," tulis CEO Tesla berusia 54 tahun itu dalam unggahan di X, Senin, (12/1/2026).

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas komentar warganet yang menyarankan Musk mengambil langkah hukum setelah St. Clair mengungkapkan pandangan barunya soal isu transgender. Namun, klaim Musk tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan St. Clair di ruang publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, tidak ada bukti bahwa St. Clair pernah mengatakan berniat melakukan transisi gender terhadap putra mereka. Yang ia sampaikan adalah permintaan maaf terbuka atas pernyataan-pernyataan transphobic yang pernah ia lontarkan di masa lalu.

Dalam percakapan di X akhir pekan lalu, St. Clair, yang pada 2024 mengungkap telah melahirkan anak hasil hubungannya dengan Musk pada September, menanggapi tudingan terkait "transfobia terang-terangan" yang pernah ia lakukan.

ADVERTISEMENT

"Saya merasakan rasa bersalah yang sangat besar atas peran saya. Rasa bersalah itu semakin berat karena hal-hal yang pernah saya katakan mungkin telah menyebabkan lebih banyak rasa sakit bagi saudara perempuan anak saya," tulis St. Clair, yang diduga merujuk pada Vivian, putri Musk yang transgender.

"Saya tidak tahu bagaimana cara menebus semuanya, tetapi saya telah berusaha keras secara pribadi untuk belajar dan menjadi pendukung komunitas trans yang telah saya sakiti," lanjutnya.

St. Clair juga mengakui sempat ragu untuk berbicara terbuka soal dukungannya karena khawatir dianggap tidak tulus.

"Bahkan balasan ini saja mungkin akan memicu histeria sayap kanan. Tapi ya, saya minta maaf. Tolong beri tahu saya bagaimana saya bisa membantu," tambahnya.

Kontroversi ini terjadi di tengah konflik hukum yang lebih luas antara keduanya. Pada Agustus lalu, St. Clair secara terbuka membahas perjuangannya dalam sengketa hak asuh dengan Musk dan menyebut satu tahun terakhir hidupnya sebagai periode yang sangat menekan.

Musk dan St. Clair pertama kali berkenalan melalui X dan kemudian menjalin hubungan saat bekerja bersama di San Francisco. Pada 14 Februari, St. Clair mengumumkan bahwa ia dan Musk memiliki seorang putra berinisial R.S.C., dengan nama lengkap Romulus yang baru dikonfirmasi beberapa bulan kemudian.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads