Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Eks Istri Pangeran Dubai Kehilangan Hak Asuh Anak, Dituduh Tak Ajarkan Islam

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 01 Des 2025 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Zeynab Javadli
Zeynab Javadli Foto: dok. Instagram @zeynabismyname
Jakarta -

Zeynab Javadli, mantan istri dari Pangeran Dubai dan anggota keluarga penguasa Dubai, kembali bersuara lantang setelah mengungkap ketakutannya akan kemungkinan ditangkap oleh pihak berwenang. Mantan suaminya, Sheikh Saeed bin Maktoum bin Rashid Al Maktoum, tidak hanya menuduhnya menculik ketiga putri mereka, tetapi juga telah memasukkan laporan pidana ke polisi Dubai.

Sejak bercerai pada 2019, Zeynab dan Sheikh Saeed terlibat dalam pertarungan hak asuh yang berlarut-larut. Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan meningkat drastis setelah anak-anak berpindah tangan beberapa kali, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan penculikan.

Situasi makin rumit karena Zeynab kini berpotensi menghadapi kasus kejahatan siber setelah ia melakukan siaran langsung saat konfrontasi terakhir mereka terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dokumen pengadilan yang baru dirilis, Zeynab menuduh Sheikh Saeed melakukan tindakan yang membahayakan kesejahteraan anak-anak. Ia menilai sang mantan suami membuat anak-anak mengalami tekanan psikologis, membiarkan mereka tanpa pengawasan, memakai bahasa tidak pantas, mengganggu waktu tidur, hingga mengemudi secara berbahaya ketika bersama mereka.

Zeynab JavadliZeynab Javadli Foto: dok. Instagram @zeynabismyname

Di sisi lain, Sheikh Saeed menuding Zeynab justru yang tidak patuh pada perintah pengadilan dan berusaha menjauhkan anak-anak darinya. Ia menuduh Zeynab tidak mengajarkan nilai Islamiah.

ADVERTISEMENT

"Dia (Zeynab) menanamkan perilaku Barat yang tidak pantas bagi Muslim, warga UEA, dan anggota Keluarga Penguasa pada khususnya," laporan pengadilan.
Pangeran Dubai tersebut bahkan mengaku khawatir anak-anak mereka "mungkin diselundupkan ke lokasi yang tidak ia ketahui dan tidak akan dikembalikan lagi.

Dalam pesan video kepada pengacaranya di Inggris, David Haigh, Zeynab mengaku bahwa membuka siaran langsung adalah keputusan terdesak yang penuh risiko.

"Saya tahu itu adalah kesempatan terakhir untuk bersama anak-anak saya karena mereka tidak akan pernah mengizinkan saya bertemu mereka lagi. Saya benar-benar percaya itu adalah kesempatan terakhir saya, jadi saya langsung membuka livestream dan meminta bantuan," katanya.

Saat ini, Zeynab berbicara dari kediamannya di Dubai, tempat ia merasa kembali terisolasi bersama ketiga anaknya setelah membawa mereka pulang dari rumah sang ayah. Ia mengatakan tak berani keluar rumah karena takut akan ditangkap.

Putri-putrinya, usia 9, 7, dan 6 tahun, tidak bersekolah sejak kejadian itu. Padahal sebelumnya, Zeynab masih memegang hak asuh efektif berdasarkan kesepakatan pada 2022 yang ia klaim dibuat bersama Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, penguasa Dubai.

Kesepakatan tersebut, menurutnya, menjamin hak asuh penuh hingga anak-anak berusia 18 tahun, termasuk penyediaan rumah dan dukungan lain. Selama ini, biaya sekolah anak-anak dibayar oleh ayah mereka. Namun sebagai bagian dari perjanjian, Zeynab juga harus menandatangani komitmen untuk tidak berbicara kepada media atau melakukan livestream terkait situasinya.

Meski belakangan muncul putusan pengadilan yang memberikan hak asuh kepada Sheikh Saeed, Zeynab mengatakan ia mendapat jaminan bahwa keputusan itu tidak mempengaruhi perjanjian 2022.

Semua berubah dua bulan lalu. Saat jadwal kunjungan rutin, ia menerima pesan melalui polisi Dubai bahwa anak-anak tidak akan dikembalikan kepadanya hari itu. Sejak itu, ia tidak mendengar kabar apa pun selama beberapa minggu.

Pada 8 November, Zeynab akhirnya mendapatkan waktu kunjung selama tiga jam di pusat perlindungan anak. Namun ketika memasuki gedung, anak-anak tidak terlihat. Begitu keluar, ia melihat ketiga putrinya berlari mendekat sambil menangis.

Mereka berteriak ingin dibawa pulang oleh Zeynab. Ia pun langsung menyuruh sopirnya mengunci pintu dan membawa mereka pulang.
Namun mobil mereka diblokir oleh kendaraan yang diduga milik orang-orang yang bekerja untuk mantan suaminya. Di tengah kepanikan itu, ia membuka siaran langsung sebagai upaya terakhir mencari pertolongan, meski sadar tindakannya dapat membuatnya ditangkap.

Dalam video permohonannya, Zeynab menyampaikan pesan emosional yang ditujukan kepada penguasa Dubai.

"Saya sangat putus asa dan ketakutan atas keselamatan anak-anak saya. Saya hanya ingin mereka memiliki kehidupan yang aman, sehat, dan bahagia bersama ibu mereka. Tolong, Yang Mulia, bantu saya dan anak-anak saya. Akhiri mimpi buruk ini. Anda satu-satunya yang bisa membantu kami di Dubai," ungkap Zeynah kepada Daily Mail.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads