Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

7 Fakta 'Abadi Nan Jaya', Film Zombie Lokal Baru yang Dibintangi Eva Celia

Shandrina Shira - wolipop
Kamis, 23 Okt 2025 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Film Abadi Nan Jaya
Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia
Jakarta -

Dunia perfilman Indonesia kehadiran karya terbaru yang menyegarkan yaitu film Abadi Nan Jaya. Film yang digarap Kimo Stamboel dan tayang di Netflix ini mengusung tema zombie.

Dengan durasi sekitar 111 menit, film ini memadukan beragam emosi, mulai dari sedih, bahagia, menegangkan, hingga lucu. Yang membuatnya berbeda, Abadi Nan Jaya juga menghadirkan unsur budaya lokal, menyatukan budaya Indonesia dengan kisah zombie yang selama ini lebih sering ditemukan di film luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Film Abadi Nan Jaya menceritakan tentang seseorang yang ingin tetap awet muda, namun justru membawa malapetaka. Unsur lokal seperti jamu, minuman tradisional khas Indonesia, menjadi bagian penting dalam jalannya cerita film ini. Selain itu, film ini juga menampilkan konflik dan dinamika keluarga yang terjadi di sekitar, sehingga dekat dengan kehidupan nyata.

ADVERTISEMENT

Film ini dibintangi oleh Donny Damara sebagai Dimin, Eva Celia sebagai Karina, Mikha Tambayong sebagai Kanes, Dimas Anggara sebagai Rudi, dan Marthino Lio sebagai Bambang. Setiap pemain berhasil membawakan sifat dan kepribadian dari setiap karakter.

Film Abadi Nan JayaPemeran Film Abadi Nan Jaya Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Wolipop berkesempatan untuk menonton lebih awal film Abadi Nan Jaya, berikut beberapa fakta menarik tentang layar lebar terbaru Netflix ini:

1. Terinspirasi dari Tanaman Kantong Semar

Tanaman kantong semar menjadi ide inspirasi sekaligus unsur lokal yang diangkat dalam film Abadi Nan Jaya. Ciri khas zombie diambil dari karakteristik tanaman tersebut, yang berurat dan berlubang.

"Zombie zombie ini terinspirasi dari tanaman kantong semar, detail urat-uratnya referensinya kanting semar." Jelas Special Makeup Effect Film Abadi Nan Jaya, Astrid Sambudiono, saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (22/10/2025).

2. Ada unsur-unsur Lokal Mulai dari Jamu Hingga Sunatan

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Film Abadi Nan Jaya ditujukan untuk memperkenalkan layar lebar dengan penampakan zombie Indonesia ke dunia internasional melalui platform Netflix. Unsur lokal pun dimasukkan ke dalam film tersebut.

"Saya mikir, apa lokalitas yang bisa kita coba masukin, memperkenalkan ke dunia, salah satunya ya itu, syuting di pedesaan, ada dangdutnya, dan juga acara sunatan" ujar sutradara Abadi Nan Haya, Kimo Stamboel. Unsur lokal lain yang diperlihatkan ada petasan, toa masjid, jamu dan candaan receh.

3. Workshop untuk Menjadi Zombie

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Gerakan yang dilakukan zombie tidak bisa sembarangan. Menjadi zombie di film ini ternyata membutuhkan latihan serius.

Para pemeran Abadi Nan Jaya mengikuti workshop selama tiga bulan agar setiap gerakan mereka tampak realistis dan konsisten. Setiap gigitan pada tubuh memberi efek berbeda pada gerakan zombie, sehingga karakter harus memahami dan konsisten pada gerakan masing-masing.

"Kita diberi waktu tiga bulan supaya gerakan kita lebih matang, bahkan ada workshop khusus untuk jatuh agar tidak injure," kata Eva Celia saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (22/10/2025).

4. Kekuatan dan Kelemahan Zombie Lokal

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Zombie yang diciptakan dalam film Abadi Nan Jaya tidak asal memperlihatkan wajah seram dan memakan manusia. Mereka memiliki kekuatan dan kelemahan yang terinspirasi dari dunia tanaman

"Kalau kena hujan itu pause, di sini zombie jadi tenang ototnya akan release, hanya mendengarkan riuhnya suara air. Begitu hujan selesai, mereka (zombie) kembali lagi ke anomali" kata Bobby Ari Setiawan, koreografer film ini.

5. Syuting di Desa

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Lokasi syuting film Abadi Nan Jaya dilakukan di beberapa desa, seperti Piyungan, Yogyakarta, dan Magelang. Suasana pedesaan yang asri, rumah sederhana, jalanan luas, dan aktivitas warga desa memperkuat nuansa lokal yang ingin ditonjolkan di film Abadi Nan Jaya.

6. Proses Makeup Hingga 4 Jam

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Proses pembuatan riasan zombie menjadi salah satu bagian paling rumit dari produksi film ini. Setiap aktor membutuhkan waktu tiga hingga empat jam hanya untuk makeup.

"Semuanya benar-benar di make up, ada beberapa material yang aku sesuaikan dengan elemen Indonesia," jelas Astrid.

Setiap detail luka dan tekstur kulit zombie harus terlihat nyata di layar. Tim makeup juga menggunakan berbagai material yang disesuaikan dengan unsur khas Indonesia, seperti warna dan bahan alami untuk menciptakan make up yang tahan terhadap cuaca Indonesia.

7. Zombie dari Hasil Casting

Film Abadi Nan Jaya

Foto: Dok. Wolipop, Netflix Indonesia

Zombie yang hadir di film Abadi Nan Jaya jumlahnya mencapai 200 lebih orang, dan kesemuanya itu diambil dari proses casting. "Zombie itu juga dari casting dengan mengirimkan video," ujar Bobby Ari.

Film zombie lokal, Abadi Nan Jaya bisa disaksikan melalui platform Netflix mulai 23 Oktober 2025. Layar lebar ini diharapkan mampu bersaing dengan film zombie internasional.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads