Wanita Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Istri Pria yang Ditaksirnya
Kasus wanita yang melibatkan rencana pembunuhan menarik perhatian publik. Seorang wanita asal Tennessee, Amerika Serikat, nekat mencoba menyewa pembunuh bayaran demi membunuh istri dari pria yang ditaksirnya.
Wanita bernama Melody Sasser itu ditangkap setelah terbukti merencanakan pembunuhan terhadap istri dari seorang pria yang dia kenal melalui situs kencan online. Melody bertemu David Wallace pada 2020 dan menjadi teman hiking.
Hubungan mereka awalnya sebatas pertemanan, namun seiring waktu, Melody menunjukkan ketertarikannya. Dari naksir-naksiran berbuah menjadi kecemburuan berlebihan, terutama setelah mengetahui bahwa David telah bertunangan dan kemudian menikah. Reaksi Melody saat David dan istrinya pindah sangat mengejutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku harap kalian berdua jatuh dari tebing dan mati," sumpah serapah Melody seperti yang tercatat dalam dokumen pengadilan.
Setelah mendengar kabar pernikahan itu, Melody tidak hanya melontarkan ancaman verbal, tetapi juga mulai meneror istri David. Mobil sang istri ditemukan dalam kondisi rusak setelah, dan serangkaian panggilan telepon ancaman mulai berdatangan. Parahnya lagi, wanita 48 tahun itu memanfaatkan aplikasi kebugaran di jam tangan Garmin mereka untuk memantau lokasi David dan istrinya.
Pada awal 2023, Melody bertindak lebih jauh lagi dengan mencari pembunuh bayaran di situs dark web. Dalam percakapan dengan administrator situs tersebut, Melody memberikan foto-foto serta informasi lokasi tentang korban, berharap pembunuhan tersebut terlihat karena kecelakaan. Ia bahkan memberikan instruksi untuk memasukkan narkoba agar penyelidikan tidak berlangsung lama.
Melody membayar hampir US$10,000 atau sekitar Rp 150 juta dalam bentuk mata uang kripto untuk pembunuhan itu. Namun, yang tidak ia ketahui adalah situs tersebut sebenarnya merupakan penipuan. Dalam salah satu pesan lanjutan yang dikirim pada Maret 2023, Melody mengeluh dan mempertanyakan mengapa istri David belum juga tewas.
Rencana pembunuhan ini terbongkar ketika pihak berwenang menemukan jurnal pribadi Melody yang mencatat rincian plot tersebut, beserta situs-situs lain yang juga menawarkan layanan serupa. Melody ditangkap pada Juni 2023 setelah jaksa mendakwanya atas tuduhan menggunakan fasilitas antarnegara bagian untuk tindakan pembunuhan berbayar.
Saat penggeledahan di rumahnya, ditemukan pula sejumlah uang tunai dan catatan tangan terkait pembayaran kripto. Jurnal tersebut, menurut jaksa Anne-Marie Svolto, menunjukkan amukan tersembunyi yang disimpan selama berbulan-bulan.
Melody dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, diikuti tiga tahun pengawasan, dan harus membayar restitusi sebesar $5 ribu atau sekitar Rp 75 juta kepada korban. Pengacaranya, Jeff Whitt, menyatakan bahwa kliennya menyesali tindakannya.
"Dia ingin korban bisa melanjutkan hidupnya. Tindakannya tersebut hasil dari keruntuhan emosi yang sangat besar," ungkap Whitt.
(kik/kik)
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
Sinopsis 47 Meters Down: Uncaged di Bioskop Trans TV Hari Ini
5 Drama Korea Romantis CEO Tampan Terbaru yang Bikin Baper
Kendall Jenner Geram Dituding Operasi Plastik, Tegaskan Wajahnya Alami
Penampilan Terbaru Zheng Shuang, Aktris China yang Diboikot karena Sewa Rahim
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026











































