ADVERTISEMENT

Dibayar Rp 525 M, Penampilan Beyonce di Dubai Diprotes Komunitas LGBT

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 23 Jan 2023 15:14 WIB
Beyonce tampil di pembukaan Hotel Atlantis The Royal, Dubai, Uni Emirat Arab, 21 Januari 2023. Penampilan Beyonce di konser 'dadakan' di Dubai. (Foto: Mason Poole/Parkwood Media/Getty Images/Atlantis The Royal)
Dubai -

Beyonce menggelar konser kejutan untuk pembukaan sebuah hotel mewah di Dubai. Namun, penampilan yang bernilai ratusan miliar rupiah itu tak luput dari kritikan.

Konser tersebut merupakan bagian dari acara peresmian Atlantis the Royal yang digelar pada Sabtu (21/1/2023). Menurut harian The Guardian, baru kali ini dalam empat tahun Beyonce tampil di panggung secara solo dengan produksi besar-besaran.

Beyonce tampil di pembukaan Hotel Atlantis The Royal, Dubai, Uni Emirat Arab, 21 Januari 2023.Penampilan Beyonce di pembukaan Hotel Atlantis The Royal, Dubai, Uni Emirat Arab, 21 Januari 2023. (Foto: Kevin Mazur/Getty Images/Atlantis The Royal)

Kabarnya, tamu dilarang merekam sepanjang penampilan pelantun 'Crazy in Love' itu. Mereka diminta untuk meninggalkan ponsel sebelum masuk ke lokasi acara. Walau pada akhirnya, ada saja rekaman video yang akhirnya bocor di internet.

Para tamu sama sekali tidak tahu siapa musisi atau penyanyi yang bakal tampil. Sampai akhirnya Beyonce muncul di panggung yang dibangun di atas kolam berukuran besar di halaman hotel tersebut.

Didukung penari latar dan panggung yang megah, penampilan Beyonce sukses menyihir para tamu. Istri Jay Z ini juga sempat bersama putri pertamanya, Blue Ivy. Untuk penampilan tersebut, Beyonce disebut-sebut mendapat bayaran fantastis sebesar US$ 35 juta atau hampir menyentuh angka Rp 525 miliar!

Beyonce tampil di pembukaan Hotel Atlantis The Royal, Dubai, Uni Emirat Arab, 21 Januari 2023.Beyonce tampil di pembukaan Hotel Atlantis The Royal, Dubai, Uni Emirat Arab, 21 Januari 2023. (Foto: Kevin Mazur/Getty Images/Atlantis The Royal)

Namun, tak semua merasa terhibur. Seruan protes datang dari kaum LGBT yang sangat menyayangkan Beyonce menerima tawaran untuk tampil di negara yang mengilegalkan homoseksualitas.

"Beyonce adalah ikon besar bagi komunitas gay," ujar Bev Jackson, salah satu pendiri LGB Alliance, sebuah grup advokasi bagi kaum LGBT Inggris, kepada The Telegraph.

"Oleh karena itu, LGB Alliance sangat kecewa karena Beyonce mau menggelar konser di Dubai, di mana hubungan sesama jenis dapat dikriminalkan, dan pelakunya berpotensi dihukum mati," tambah Bev.

Beyonce merupakan salah satu selebriti dunia yang vokal menyatakan dirinya sebagai 'ally' bagi komunitas LGBT. Dukungan tersebut semakin nyata saat ia mendedikasikan album 'Renaissance' yang dirilis tahun lalu kepada pamannya yang seorang gay.

Dari 19 lagu yang Beyonce lantunkan di Dubai, tak ada satupun yang berasal dari album tersebut. "Saat kamu kaya raya, dengan uang yang kebanyakan berasal dari komunitas LGBTQ+ yang adalah fans loyalnya, berapa jumlah uang yang dianggap terlalu besar untuk menolak tampil di negara yang homofobia," kicau seorang pengguna Twitter.



Simak Video "Meghan Markle Akui Dapat Pesan Dukungan dari Beyonce"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)