ADVERTISEMENT

Terobsesi Kematian, Wanita Ini Sudah Datangi 200 Pemakaman Orang Tak Dikenal

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Minggu, 16 Okt 2022 10:00 WIB
Jeane Trend-Hill Jeane Trend-Hill. Foto: Facebook/ Jeane Trend-Hill
London -

Wanita ini dijuluki sebagai 'funeral crasher' atau seseorang yang datang ke pemakaman secara random. Saat kebanyakan orang merasa seram dan takut dengan kuburan, wanita bernama Jeane Trend-Hill ini justru mendapatkan ketenangan di tempat itu.

Jeane Trend-Hill asal London, Inggris, telah mendatangi prosesi pemakaman lebih dari 200 orang yang tidak dia kenal. Wanita 55 tahun ini mengaku mendapatkan ketenangan dan merasa nyaman ketika berada di antara 'orang mati'.

Wanita yang berprofesi sebagai seniman dan fotografer paruh waktu ini sudah berkeliling ke berbagai pemakaman di Inggris. Setiap datang ke sebuah pemakaman, dia selalu membawa buku gambar dan kamera untuk membuat sketsa ataupun memotret suasananya.

Jeane Trend-HillJeane Trend-Hill. Foto: Facebook/ Jeane Trend-Hill

'Hobi' aneh Jeane Trend-Hill ini dimulai 10 tahun lalu, setelah dia tanpa sengaja hadir ke pemakaman orang asing saat bermaksud menjalani pelayanan gereja. Kala itu dia terkesima dengan keindahan arsitektur gereja dan baru sadar bahwa sedang ada prosesi pemakaman.

"Aku dibesarkan secara Katolik dan diberitahu bahwa pamali jika langsung pergi, jadi aku duduk saja di kursi belakang. Itu pemakaman orang yang benar-benar tidak aku kenal, tapi aku ikut terharu," tutur Jeane, seperri dikutip dari LAD Bible.

Tak lama setelah itu Jeane dihubungi seorang petugas pemakaman dan menanyakan apakah dia bersedia menghadiri pemakaman seorang veteran. Sejak saat itu dia sudah datang ke berbagai pemakaman yang tersebar di seantero Inggris.

Jeane Trend-HillJeane Trend-Hill. Foto: Facebook/ Jeane Trend-Hill

Jeane sendiri memegang gelar PhD dalam sains tentang kamar mayat dan menjadi ahli sejarah pemakaman. Dia pun mengaku selalu tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian.

Kehilangan kedua orangtua sebelum usia 20 tahun membuat Jeane merasa dekat dengan pemakaman dan merasa bahwa di tempat itulah rumah sebenarnya. Selain menghadiri pemakaman, Jeane juga meluangkan waktunya untuk membersihkan dan memotret batu nisan.

Kini nama Jeane pun populer sebagai 'funeral crasher' dan dia kerap dipanggil ketika ada orang meninggal yang dikubur tapi tidak ada orang-orang terdekatnya yang bisa datang karena berbagai halangan. Menurutnya, ketika seseorang dikubur atau dikremasi, harus ada yang mendampingi.

"Tidak ada satu pun orang yang harus dikubur atau dikremasi sendirian. Kalau diminta untuk datang, dan aku bisa aku akan hadir," ucapnya.



Simak Video "Sikap Meghan Markle dan Kate Middleton Disorot Ahli Bahasa Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)