ADVERTISEMENT

Ratu Kecantikan Myanmar Jadi Buronan Interpol karena Kritik Junta Militer

Mohammad Abduh - wolipop Jumat, 23 Sep 2022 17:00 WIB
Miss Grand Myanmar 2020 Han Lay Foto: Dok. Instagram @hann_may, Facebook Miss Grand International
Jakarta -

Ratu kecantikan penyandang gelar Miss Grand Myanmar 2020 Han Lay membuat heboh karena mengaku tertahan di bandara Thailand. Dia dilarang masuk Thailand dengan alasan statusnya sebagai buronan Interpol.

Sosok Han Lay pertamakali menarik atensi saat mengikuti ajang Miss Grand International 2020 di Bangkok, Thailand. Han Lay merupakan runner up pertama dalam ajang Miss Universe Myanmar 2020. Sebagai juara kedua Miss Universe Myanmar 2020, dia pun didapuk mewakili negaranya di ajang Miss Grand International 2020 yang baru diadakan pada Maret 2021.

Han Lay dikenal juga dengan nama Thaw Nandar Aung menyuarakan jeritan rakyat Myanmar yang mendapat kekejaman dari militer di negaranya. Dia menyampaikan hal tersebut setelah terpilih menjadi top 15 Miss Grand International 2020.

"Hari ini, di negara saya Myanmar ... banyak sekali orang yang sekarat. Tolong bantu Myanmar. Kami sangat membutuhkan bantuan internasional dari Anda sekarang," begitu kata Han Lay di panggung Miss Grand International 2020.

Miss Grand Myanmar 2020 Han LayMiss Grand Myanmar 2020 Han Lay Foto: Dok. Instagram @hann_may, Facebook Miss Grand International

Ini bukan kali pertama Han Lay ikut menentang kekejaman militer Myanmar. Sebelumnya dia juga pernah melakukan aksi turun ke jalan yang fotonya dia unggah ke akun Instagramnya @hann_may. Dia ikut berdemo di jalanan Yangon, Myanmar, untuk berunjuk rasa menentang militer.

Kini setelah setahun berlalu semenjak keviralannya menetang dan mengkritik Junta militer Myanmar di panggung Miss Grand International, sosok Han Lay kembali jadi pemberitaan. Seperti dikutip dari Reuters, ratu kecantikan 23 tahun itu mengaku dilarang masuk Thailand. Dia curhat soal apa yang dialaminya kepada pendiri kontes kecantikan Miss Grand International, Nawit Itsaragrisil.

"Dia tidak mau pergi ke manapun. Dia hanya ingin tinggal di Thailand. Dia berharap ada solusi bagaimana dia bisa tinggal di Thailand," ujar Nawit.

Nawit mengatakan, Han Lay dilarang masuk Thailand saat tiba di bandara. Oleh pihak imigrasi dia dilarang masuk Thailand dengan alasan tidak memiliki visa yang valid. Han Lay pun tertahan di bandara Thailand sejak Rabu (21/9/2022). Menurut pihak berwenang Thailand, Han Lay masuk dalam daftar buronan Interpol.

Juru bicara junta militer Myanmar belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasinya. Begitu juga pihak Interpol belum memberikan komentar soal benar atau tidaknya Han Lay termasuk buronan mereka.

Dalam wawancara dengan BBC pada 2021, Han Lay pernah mengaku mengkhawatirkan keselamatan dirinya dan keluarganya. Dia khawatir diciduk oleh militer Myanmar jika kembali ke negaranya. Oleh karena itulah dia menetap di Thailand. Namun saat dia meninggalkan negara tersebut untuk ke Vietnam, Han Lay ternyata dilarang masuk kembali.

"Saya sangat khawatir akan keamanan saya dan keluarga karena saya banyak bicara tentang militer dan situasi di Myanmar. Di Myanmar semua orang tahu ada batasan ketika berbicara tentang apa yang terjadi," katanya. "Teman-teman saya meminta saya tidak kembali ke Myanmar," ujarnya kepada BBC.



Simak Video "Masuk Buronan Interpol, Ratu Kecantikan Myanmar 2020 Tertahan di Thailand"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)