ADVERTISEMENT

Cerita Pangeran India Pertama yang Gay, Dipaksa Menikah dengan Wanita

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 14 Jul 2022 11:15 WIB
Pangeran Manvendra Singh Gohil Foto: Getty Images

Jakarta -

Manvendra Singh Gohil adalah pangeran dari India yang penuh dengan kontroversi di negaranya. Putra dari Raja Rajpipla di Gujarat, Maharana Shri Raghubir Singhji Rajendrasinghji Sahib itu mengaku tentang orientasi seksualnya gay kepada orangtuanya di usia 30. Pengakuannya tersebut mendapatkan tentangan keras dari pihak keluarga kerajaan.

Manvendra menjadi Pangeran India pertama yang gay. Manvendra menceritakan bahwa dia dipaksa menikah seorang wanita, menjalani terapi pertobatan hingga terapi konversi yang merupakan pengobatan psikoterapi untuk mengubah identitas gender. Manvendra bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan karena dinilai mempermalukan budaya India.

"Pada hari saya menyatakan saya gay, patung saya dibakar. Ada banyak protes, orang-orang turun ke jalan dan meneriakkan slogan-slogan yang mengatakan bahwa saya membawa aib dan penghinaan bagi keluarga kerajaan dan budaya India. Ada ancaman kematian dan tuntutan agar saya dicopot dari jabatan saya," kata Manvendra, seperti dikutip dari Insider.

Pangeran Manvendra Singh GohilPangeran Manvendra Singh Gohil Foto: Getty Images

Pangeran India Gay Dinikahkan dengan Wanita

Manvendra menyadari dirinya penyuka sesama jenis sejak usia 12. Di usia 30, dia pun memberanikan diri mengakui identitas gendernya ke orangtuanya. Sepuluh tahun berselang, dia bahkan menyatakan dirinya gay dalam wawancara.

Kala itu, orang tuanya tidak mendukung putranya tersebut dan memaksa Manvendra menikahi seorang wanita. Dia juga dipaksa melakukan terapi konversi selama bertahun-tahun.

Tidak Dapat Warisan

Selama bertahun-tahun pria 56 tahun itu mengalami drama dengan orang tuanya. Orang tua Manvendra menerbitkan iklan di surat kabar mengumumkan tidak mengakui putranya itu sebagai anak dan memutusnya sebagai ahli waris.

"Orang tua saya secara terbuka tidak mengakui saya dari keluarga kerajaan dan mencabut saya dari harta leluhur," tulis Manvendra dalam artikel 2018 untuk ThePrint.

(kik/kik)