Anak Vladimir Putin Diduga Sering Bela Ayahnya Pakai Akun Palsu, Ini Katanya

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 21 Mei 2022 16:39 WIB
Dr. Maria Vorontsova Foto: TV Channel
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin dikecam karena menginvasi Ukraina. Melihat banyaknya kritikan kepada ayahnya, sang anak tampaknya tidak ingin tinggal diam. Dilaporkan bahwa putrinya, Maria Vorontsova, sering membela Putin dengan menulis komentar di media sosial. Ia dipercaya sering menggunakan akun rahasia untuk memberi opininya.

Maria Vorontsova adalah anak sulung dari pernikahan pertama Vladimir Putin. Setelah jadi perbincangan karena keretakan rumah tangganya, kini Maria disebut sering menjelajahi media sosial untuk membela ayahnya. Dengan akun bernama 'Maria V', wanita tersebut mendukung sejumlah keputusan Putin, termasuk soal Ukraina hingga hak asasi komunitas LGBT.

Dilansir Dailymail, Maria dengan akun rahasianya mengirim pesan ke grup alumni universitas. Ia mengatakan jika negara Barat mencegah Rusia untuk menjadi negara yang sejahtera. "Tidak ada orang di negara Barat yang mau negara kita sejahtera. Mereka selalu melakukan berbagai cara untuk memastikan ini tidak terjadi dan mereka akan terus seperti itu,"

Dalam kesempatan lain, Maria juga diduga seolah mendukung ayahnya terkait invasi ke Ukraina. Meski tidak secara gamblang membenarkan, ia merasa jika Rusia adalah korban. "Menyalahkan semuanya dan membebani tanggung jawab pada satu orang sama saja menaruh keyakinanmu pada satu orang, seperti kaisar. Itu omong kosong," tulis Maria.

Tulisan-tulisan Maria yang jadi viral dilaporkan oleh editor media Republic, Dmitry Kolezev. Ia sendiri tidak bisa memastikan bahwa itu benar opini anak Putin tapi ada beberapa bukti dan sumber yang bisa meyakinkan dugaannya.

Sebelumnya Maria Vorontsova dilaporkan mengalami imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Rumah tangga Maria yang menikah dengan pengusaha Belanda Jorrit Faassen dikabarkan sedang bermasalah bahkan disebut telah berpisah. Menurut editor Rusia dari media The Insider, Romman Dobrokhotov, proyek wanita yang berprofesi sebagai dokter itu pun berhenti karena perang yang digenderangi oleh Putin.

(ami/ami)