Miss Universe 2021 Bicara Soal Kontroversi Hijab di India

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 03 Apr 2022 04:00 WIB
Newly crowned Miss Universe 2021 Harnaaz Sandhu poses during a press conference following the 70th Miss Universe pageant, Monday, Dec. 13, 2021, in Eilat, Israel. (AP Photo/Ariel Schalit) Foto: Dok. AP
Jakarta -

Miss Universe 2021 Harnaaz Sandhu sempat jadi viral karena dalam sebuah wawancara dia didesak untuk memberikan komentar soal hijab. Reporter tersebut meminta Harnaaz menanggapi tentang pengadilan di negara bagian Karnataka, India, memutuskan untuk tidak mengenakan jilbab di sekolah.

Seperti dikutip dari Daily Times, di Karnataka, intoleransi dan kebencian terhadap hijab telah terbangun sejak lama. Ada sejumlah momen di mana wanita berhijab dilecehkan oleh segerombolan di pria di sana. Hal tersebut menjadi kontroversi dan menjadi perhatian dunia. Banyak aktivis hak-hak perempuan di seluruh dunia menyatakan dukungan untuk wanita berhijab di India perlu dilindungi.

Oleh organisasi Miss Universe, para ratu kecantikan tidak didorong untuk membicarakan gerakan politik atau agama. Namun sang reporter tampak begitu mendesak Harnaaz.

"Kenapa kamu selalu menargetkan perempuan? Bahkan saat ini kamu menargetkanku. Dalam kontroversi jilbab, Anda juga menargetkan gadis itu. Biarkan dia hidup seperti yang dia inginkan. Biarkan dia meraih takdirnya. Biarkan dia terbang. Itu adalah aspirasinya, sayapnya. Jangan menyerang mereka," ungkap wanita asal India tersebut.

Newly crowned Miss Universe 2021 Harnaaz Sandhu poses during a press conference following the 70th Miss Universe pageant, Monday, Dec. 13, 2021, in Eilat, Israel. (AP Photo/Ariel Schalit)Miss Universe 2021 Harnaaz Sandhu (AP Photo/Ariel Schalit) Foto: Dok. AP

Pernyataan Harnaaz tersebut cukup kuat dan dia tampak begitu tegas membela wanita berhijab di India, meski kini dia menjadi kontroversi karena ada yang setuju dan tidak dengan kalimatnya tersebut. Dalam acara berbeda, Harnaaz kembali mengulangi pernyataannya tempo hari soal hijab.

"Aku hanya memberikan perspektif. Pada akhirnya, walaupun perempuan didominasi dengan patriarki atau dia menggunakan hijab, itu adalah pilihannya. Bahkan, jika dia didominasi dia berhak untuk bersuara," ungkap wanita 24 tahun itu.

"Biarkan mereka hidup seperti apa yang diinginkan. Kami ada wanita dari semua warna kulit, kami adalah dari budaya yang berbeda, kami harus menghormati satu sama lain. Aku pikir kita semua memiliki kehidupan yang berbeda, jadi mengapa kamu ingin menekan dan mendominasi orang lain," tambah Harnaaz Sandhu.


Baru! Sudut Pandang: Doa Pawang Hujan Hadapi Sentilan Sains dan Tudingan Klenik

[Gambas:Video 20detik]



(kik/kik)