ADVERTISEMENT

Mantan Anggota Sekte Seks Harun Yahya Dipaksa Operasi Plastik Tanpa Anestesi

Kiki Oktaviani - wolipop Senin, 14 Feb 2022 08:30 WIB
Adnan Oktar alias Harun Yahya dihukum 1.075 tahun penjara atas kejahatan seksnya. Ia terbukti memperkosa para pengikutnya atau dikenal dengan sebutan kittens. Foto: Istimewa/Dok. A9 TV/Facebook via BBC Indonesia.
-

Harun Yahya atau yang juga dikenal dengan nama Adnan Oktar adalah tokoh di dunia Islam di Turki yang banyak menerbitkan buku dan video sains dengan menggabungkan antara agama ilmu pengetahuan. di balik sosoknya yang terkenal cerdas dan bijak, Harun Yahya ternyata membangun sekte seks dan kriminal.

Kasus Harun Yahya pun menjadi mendunia karena pria 64 tahun itu dihukum penjara selama 1.075 tahun karena serangkaian kejahatan yang dia lakukan. Dia telah membangun sekelompok pengikut setia yang dicuci otak selama beberapa dekade, dengan menjalani kehidupan mewah dikelilingi oleh wanita glamor yang dijuluki sebagai 'anak kucing', sementara pengikut laki-laki mudanya adalah 'singa.'

Harun Yahya akhirnya dinyatakan bersalah atas sepuluh tuduhan kejahatan terpisah termasuk memimpin geng kriminal, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pelecehan seksual sampai tuduhan pemerkosaan. Dia pun dituduh telah terlibat dalam spionase politik atau militer.

Operasi Plastik Tanpa Anestesi

Sejumlah mantan anggota sekte yang tinggal bersama Harun Yahya telah mengungkapkan bagaimana penderitaan mereka saat tinggal bersamanya. Baru-baru ini, wanita bernama Seda Isildar mengungkapkan tentang kesakitan yang ia rasakan saat tinggal dengan Harun Yahya. Dia dipaksa untuk operasi plastik.

Seda bergabung di sekte tersebut saat usianya 15 tahun (kini 50 tahun). Saat itu Sada masih SMP dan begitu polos sehingga dia menuruti perkataan Harun Yahya yang saat itu diminta untuk menikahinya.

Penderitaan emosional berubah dari emosional menjadi fisik ketika dia dipaksa melakukan operasi hidung tanpa anestesi di usia 20 tahun. Dia masih ingat palu yang mereka gunakan untuk memukul wajahnya.

"Itu mengerikan. Aku menghitung berapa kali mereka memukul palu dan memahat ke hidungku," ungkap Seda, seperti dikutip dari Sunday Times.

Butuh delapan tahun sebelum akhirnya Seda bisa melarikan diri. Kini, Seda telah memulai hidup baru di Kanada.



Simak Video "Potret Jokowi Beli Sepatu Kets Corak Tenun di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)