Ini Penjelasan dari Psikolog Soal Viral Artis Indonesia Adopsi Boneka Arwah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 06:00 WIB
Foto Celine Evangelista (kiri) dan Furi Harun (kanan). Foto Furi Harun (kanan) dan Celine Evangelista (kiri). Foto: Dok. Instagram @furiharun.
Jakarta -

Fenomena selebriti memiliki boneka arwah atau spirit doll sedang menjadi sorotan publik. Seperti Ivan Gunawan, Celine Evangelista, Siti Badriah dan masih banyak lagi yang memperkenalkan spirit doll kesayangan mereka.

Ada apa di balik tren memiliki boneka yang konon dimasukkan arwah itu? Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi. Meity mengatakan jika boneka dalam masyarakat kebanyakan dianggap hanya sebuah mainan terutama bagi anak perempuan. Namun ada juga orang yang mengartikan boneka sebagai simbol karena paling dekat dengan kehidupan manusia.

"Fungsi boneka sendiri mulai dari dianggap sebagai mainan semata, namun ada juga yang menganggap sebagai media ritual yang bersifat religious. Sehingga yang lagi ramai saat ini apa yang dilakukan Ivan Gunawan dianggap masyarakat berhubungan dengan ritual, sebagai pesugihan atau memiliki roh, mungkin karena beberapa film-film juga banyak mengisahkan hal ini seperti Chucky yang legendaris atau Annabelle dan lainnya," kata Mei kepada Wolipop melalui Whatsapp, Senin (3/1/2022).

Foto Celine Evangelista dan boneka.Foto Celine Evangelista dan boneka. Foto: Dok. Instagram @furiharun.

Selama ini bermain dengan boneka identik untuk anak kecil. Namun menurut Meity, jika sudah dewasa kegiatan bermain boneka tersebut dianggap sudah bukan mainan lagi.

"Untuk anak kecil, boneka bukan hanya sekadar mainan namun sebenarnya memiliki fungsi psikologis. Dimana penampakan boneka yang menyerupai bayi kecil dianggap dapat menggantikan teman bermain bagi anak-anak yang memiliki fantasi," ungkap Mei.

Bermain boneka untuk anak-anak memiliki beragam manfaat. Seperti dapat mengajarkan anak-anak tanggung jawab, belajar memperlakukan boneka seperti miniatur kecilnya jadi harus dirawat, dipakaikan baju, diberi makan, disisir rambutnya, ditimang-timang, dinyanyikan, dan ada yang mengajak bicara. Ada juga anak kecil yang menganggap boneka sebagai pengganti teman atau saudara yang tidak dimilikinya, sehingga ia tidak merasa kesepian.

Lantas apa fungsi koleksi boneka dan memainkannya untuk orang dewasa? Meity mengatakan untuk wanita dewasa mungkin masih ada yang menyukai boneka dan menyimpan boneka masa kecilnya, yang biasanya dilakukan untuk mengingat masa kecilnya yang indah.

Sehingga dianggap menyimpan kenangan manis. Ada juga yang diberikan oleh orang yang dicintainya sebagai simbol cinta. Sehingga menyimpan boneka di tempat tidurnya.

Bermain Boneka Ketika Sudah Dewasa Apakah Normal?

Menurut psikolog yang akrab disapa Mei itu normal atau tidaknya tergantung sejauh mana boneka itu bisa menggantikan manusia sesungguhnya bagi orang tersebut. "Misalnya boneka itu menjadi fokus utamanya. Sehingga dia memperlakukan seperti manusia sesungguhnya sehingga lama kelamaan ia jadi tidak dapat membedakan mana khayalan dengan kenyataan, ini bisa menyebabkan masalah mental," ucap dosen psikologi di Universitas Gunadarma itu.

Ada juga orang dewasa yang masih mempertahankan kehidupan masa kecilnya dengan bermain boneka. Sehingga fantasinya akan masa kanan-kanaknya terus ada, begitupun sifat kekanak-kanakan di dalam dirinya.

"Padahal layaknya orang dewasa seharusnya sudah memiliki mental dan emosi yang matang, sehingga jangan sampai perlakukan kamu terhadap boneka mengganggu perkembangan mental dan emosi kamu," jelas Mei.

"Jika hanya sekadar lucuan-lucuan atau jadi membuat kamu bahagia atau menjadi lebih kreatif, misalnya jika kamu desainer jadi bisa membuat baju-baju yang lucu buat anak-anak. Atau kamu belajar mengasuh anak dari boneka buat persiapan pernikahan atau memiliki anak kelak," tambahnya.

Foto Celine Evangelista dan boneka.Foto Celine Evangelista dan boneka. Foto: Dok. Instagram @bonekafuriharun.

Lalu bagaimana dengan yang dilakukan Ivan Gunawan dan sejumlah artis Tanah Air? "Aku sih melihatnya hanya buat lucu-lucuan, karena kebanyakan artis kan suka membuat sensasi atau ingin menciptakan sesuatu di masyarakat untuk meningkatkan popularitasnya. Atau karena kebutuhan pekerjaan dan banyak alasan lainnya," tuturnya.

Sehingga menurut Mei, sebagai masayarakat tidak usah terpengaruh dan menganggapnya terlalu serius aksi para artis yang mengoleksi boneka arwah. "Toh ada yang melakukan itu sudah memiliki anak dan mungkin buat teman bermain anaknya sehingga jangan terlalu dilebih-lebihkan," tegasnya.

"Masyarakat harus cerdas memilih mana hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri dan mana yang hanya buat hiburan. Sehingga jika tidak bermanfaat buat diri kamu sebaiknya tidak usah diperhatikan. Masih banyak masalah di Indonesia yang jauh lebih penting. Tidak usah juga terlalu dikomentari dan jadi buruk sangka dengan mengatakan orang tersebut stres, aneh, pesugihan, sesaat dan lainnya. Karena kita nggak pernah benar-benar tahu niat seseorang sehingga jangan menghakimi, toh kita bisa memilih mau melihat atau tidak," tutup Mei.

(gaf/eny)