Kisah Nyata Ibu Memburu Para Pembunuh Anaknya Satu Per Satu, bak Film Taken

Rahmi Anjani, Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 16 Des 2021 12:30 WIB
Miriam Rodriguez Foto: Facebook
Jakarta -

Seorang ibu memilih untuk beraksi sendiri ketika anaknya diculik dan dibunuh. Wanita bernama Miriam Rodriguez tersebut marah ketika pihak berwajib tidak melakukan apa-apa. Akhirnya Miriam menemukan jejak anaknya yang meninggal secara tragis di tangan anggota kartel narkoba. Ia kemudian berjanji untuk memburu semua orang yang terlibat dengan tangannya sendiri.

Kisah Miriam Rodriguez yang memburu orang-orang yang telah menyakiti anaknya dianggap mirip kisah film Taken. Miriam mengabdikan dirinya sebagai aktivis 'Orang tua Anak Hilang' setelah putrinya diculik di usia 20 pada 2012.

Di 2014, tubuh anaknya ditemukan dan ia melapor polisi. Ketika pihak berwajib tak ada pergerakan, ia memutuskan untuk mencari para penjahatnya sendiri meski mereka adalah bagian dari gembong narkoba paling berbahaya. Berbekal identitas palsu, pistol, dan keberanian, Miriam berhasil memburu 10 di antaranya.

Miriam melakukannya dengan berpura-pura menjadi petugas medis, petugas pemilihan umum, dan profesi-profesi lain yang terkait dengan para tersangka. Ia berusaha mencari informasi dengan berbincang dengan keluarga mereka sampai tahu segala detail mengenai sang pembunuh.

Miriam RodriguezMiriam Rodriguez Foto: Facebook

Dilansir New York Times, salah satu perburuan Miriam paling dramatis adalah ketika ia menemukan seorang anggota kartel yang sudah diburunya selama setahun setelah mendapat info dia berjualan bunga di perbatasan. Ia lalu berhasil mencari tahu pemasok bunganya hingga berhadapan langsung dengan pria tersebut. Sempat melarikan diri, Miriam bahkan sukses mencegatnya di pasar selagi menodongkan pistol.

"Jika kamu bergerak, aku akan menembakmu," katanya menurut saksi mata.

Selama beberapa tahun, Miriam bisa meringkus 10 penjahat yang terlibat dalam pembunuhan dan penculikan anaknya. Sayangnya pada 2017, wanita 56 tahun tersebut menjadi sasaran oknum militan setelah berhasil menemukan beberapa target terakhirnya. Ia pun dibunuh oleh salah satu militan yang masuk ke rumahnya.

Dalam rangka menunjukkan solidaritas pada Miriam, banyak orang berdemo untuk keadilannya. Mendiang pun kemudian diberikan plakat sebagai penghargaan atas dedikasinya.

(ami/ami)