Kisah Saudari Kembar Dijuluki PSK Tertua, Sudah Layani 335 Ribu Pria

Hestianingsih - wolipop Minggu, 01 Agu 2021 11:13 WIB
Wabah Corona membuat sejumlah orang dari berbagai profesi pekerjaan jatuh bangun untuk dapat bertahan hidup. Tak terkecuali para pekerja seks di Kolombia. Foto: Submarine Channel/YouTube
Amsterdam -

Louise dan Martine Fokken dijuluki sebagai pekerja seks tertua di Amsterdam. Saudari kembar itu sudah malang melintang di dunia prostitusi selama puluhan tahun. Setelah pensiun, keduanya menceritakan pengalaman mereka selama bekerja di 'dunia gelap'.

Duo kembar asal Belanda ini termasuk pekerja seks komersial legendaris karena kisah mereka. Cerita Louise dan Martine pernah diangkat dalam film dokumenter bertajuk 'Meet The Fokkens'. Sebuah buku biografi juga pernah merekam perjalanan kembar berusia 70-an tahun ini.

Sebelum pensiun pada 2012, kembar berambut pirang ini mengaku telah melayani lebih dari 335 ribu pria sepanjang profesi mereka sebagai PSK. Menjadi pekerja seks tentunya bukan pilihan karier utama Louise dan Martine, namun keadaan yang memaksa mereka terjun ke industri kelam tersebut.

Louise dan Martine Fokken.Louise dan Martine Fokken. Foto: Submarine Channel/YouTube

Saat berusia 20 tahunan, Louise Fokken jadi korban KDRT suaminya. Dia bercerita pernah dipukuli di tengah jalan dan diancam akan diceraikan jika tidak bisa menghasilkan uang.

"Dia bilang padaku akan meninggalkanku kalau aku tidak bisa mendapatkan uang, dan aku punya anak dan mencintainya, jadi aku harus melakukan keinginannya," ujar Louise seperti dikutip dari Guardian.

Sementara Martine Fokken, baru melahirkan anak pertamanya ketika dia mengetahui kalau saudara kembarnya bekerja sebagai PSK di salah satu area prostitusi terkenal di Amsterdam yang populer dengan nama Red Light District. Belakangan ia baru tahu kalau Louise sedang kesulitan finansial sehingga ingin membantunya.

Martine pun bekerja di Red Light District sebagai petugas kebersihan di rumah bordil tempat saudara kembarnya mencari uang. Sampai salah seorang muncikari menawarinya untuk terjun juga di prostitusi.

Pekerja Seks Komersial Amsterdam Tolak Digusur dari Pekerja Seks Komersial Amsterdam Tolak Digusur dari "Red Light Disctrict" di Pusat Kota. Foto: DW (News)

"Berawal dari situlah kami akhirnya bekerja di rumah bordil yang sama," kata Louise.

Kerja bersama di industri yang sama membuat Louise dan Martine lebih mudah melaluinya, karena dengan begitu, mereka bisa menjaga satu sama lain. Seperti diketahui, dunia prostitusi tidak selalu aman dan ada saja klien nakal atau bahkan nekat melakukan hal-hal buruk terhadap PSK.
Setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia prostitusi, keduanya memutuskan pensiun pada 2012. Louise yang pertama kali resign akibat radang sendi lalu disusul Martine tak lama kemudian.

Keduanya mengaku tidak menyesal atau mengalami kejadian traumatis selama menjadi pekerja seks. Namun mengakui industri prostitusi memang tidak menjadi lebih baik seiring perkembangan zaman.

"Burung bangkai (pengacau) datang di tahun 2000. Para kriminal yang terorganisir. Orang-orangnya sekarang berbeda, mereka terlalu banyak minum, gemuk-gemuk dan tidak menghargai kami," ujar Martine kepada BBC.

(hst/hst)