Transgender China Jadi Model Terbaru Dior, Begini Reaksi Netizen

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 27 Mei 2021 12:34 WIB
SHANGHAI, CHINA - APRIL 24:  Dancer Jin Xing attends the Burberry brings London to Shanghai event on April 24, 2014 in Shanghai, China.  (Photo by Getty Images/Getty Images for Burberry) Foto: Getty Images
Jakarta -

Kehadiran transgender tampaknya semakin diterima di industri fashion dan kecantikan. Seorang transgender asal China baru-baru ini bahkan terpilih sebagai model terbaru brand kenamaan Dior. Adalah Jin Xing yang dikenal sebagai penari, koreografer, dan presenter televisi. Bukan sosok yang biasanya jadi model, netizen pun memberi respon yang tidak disangka.

Jin Xing menjadi model atau brand ambassador terbaru untuk produk parfum keluaran Dior yang dikenal sebagai J'Adore. Hal tersebut terungkap dalam postingan Jin Xing di media sosial Weibo baru-baru ini kepada lebih dari 13 kita pengikutnya. Dalam sebuah video kampanye #diorstandwithwomen, ia bersama pesohor lain seperti aktris Li Bing Bing bicara mengenai kebebasan wanita dan individualitas.

Dilansir Jing Daily, Jin Xing dipilih bukan hanya karena terkenal tapi juga keberaniannya untuk mengejar kebebasan. Ia sendiri memang dianggap sebagai ikon di negaranya setelah berani melakukan operasi di tahun 90an yang kala itu bikin geger. Meski sering bikin 'gemas' para penonton ketika memberikan komentar pedas di berbagai acara, wanita 54 tahun itu ternyata didukung banyak orang saat terpilih jadi model Dior.

Jin XingJin Xing Foto: Dok. Weibo

"Aku tidak menyukai acaranya atau lidah tajamnya yang suka bergosip tapi ketika dia bilang 'terima dirimu sendiri' di video, itu terasa lebih nyata dan meyakinkan daripada ketika para idol mengatakannya karena kita semua tahu apa yang dilaluinya dalam hidup, ini cocok," kata netizen kepada Global Times.

"Mengejutkan melihat reaksi netizen yang secara umum positif. Jika mereka benar-benar mengapresiasi opini Jin terhadap nilai wanita, ini adalah sesuatu yang memotivasi grup transgender karena menunjukkan bagaimana kami berpikir dan dihormati," kata Li yang merupakan bagian dari komunitas LGBTQ+ di China.

Selain mendukung Jin Xing, banyak yang memuji pemilihannya jadi model parfum Dior sebagai langkah marketing yang bagus. Dikatakan jika produk tersebut menekankan feminitas yang lebih luas. Tapi banyak pula yang menganggap jika langkah Dior ini cukup berisiko karena tidak semua orang menerima transgender di berbagai negara, termasuk China.

(ami/ami)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya