Justin Bieber Cukur Jadi Plontos Usai Dihujani Kritik karena Rambut Gimbal

Hestianingsih - wolipop Selasa, 25 Mei 2021 13:45 WIB
Justin Bieber Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

Justin Bieber sempat tampil dengan rambut gimbal yang mengundang kontroversi. Penyanyi dan pencipta lagu 27 tahun ini dituding melakukan cultural appropriation atau perampasan budaya.

Cultural appropriation didefinisikan sebagai tindakan 'memakai' atau 'merampas' atribut budaya dari kaum minoritas atau yang rentan mengalami diskriminasi.

[Gambas:Instagram]



Untuk kasus Justin Bieber, dia dianggap 'merampas' budaya yang identik dengan komunitas kulit hitam. Rambut gimbal juga menjadi simbol pemberontakan terhadap kolonialisme kulit putih di Jamaica.

Justin Bieber sendiri diketahui memakai gaya rambut gimbal sejak pertengahan April 2021. Setelah ramai dikritik, ia kini mencukur rambut gimbalnya, dan tampil dengan gaya baru.

[Gambas:Instagram]



Lewat unggahan foto Instagram pada Minggu (23/5/2021), pelantun lagu 'Boyfriend' ini memperlihatkan rambutnya yang kini plontos hampir botak. Justin Bieber tampak berpose duduk di sofa bersama sang istri, Hailey Baldwin.

"Happy Sunday," tulis Justin Bieber pada caption.

Kritikan Netizen Terhadap Rambut Gimbal Justin Bieber

Bagi mereka yang bukan keturunan kulit hitam, tampil dengan rambut digimbal dianggap kurang pantas, bahkan dinilai menghina budaya. Sejumlah kritikan mengalir di kolom komentar akun Instagram Justin Bieber.

"Aku tahu kamu bisa lebih baik dari ini," komentar salah satu netizen yang tampak kecewa dengan keputusan idolanya itu mengubah rambutnya menjadi dreadlocks.

"Ini sangat mengecewakan melihatmu dengan dreadlocks, aku pikir kamu teredukasi," tambah netizen lainnya.

Menggunakan atribut khas budaya lain kerap disebut sebagai cultural appropriation atau perampasan budaya. Apropriasi budaya tersebut dapat dianggap sebagai orang yang mayoritas budaya yang mencoba menyesuaikan elemen budaya minoritas yang sering dinilai sebagai bentuk pelecehan.

(hst/hst)