Heboh! Pria China Lakukan Pemerasan Pakai Tubuh Wanita Telanjang Palsu

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 20 Mei 2021 17:30 WIB
Penipuan dengan menggunakan tubuh wanita telanjang palsu. Foto: South China Morning Post via Asia One
Jakarta -

Keberadaan internet di zaman sekarang telah membawa banyak perubahan dan membuat hidup menjadi semakin mudah. Namun tak hanya berdampak positif, internet juga bisa memberikan dampak negatif jika disalah gunakan oleh sebagian orang. Tak sedikit kasus-kasus penipuan yang terjadi melalui internet.

Seperti dikutip dari Asia One, polisi di China tengah menghimbau para warganya untuk berhati-hati dengan wanita jadi-jadian yang menggoda para pria di internet lalu memerasnya. Para wanita jadi-jadian itu menjalankan aksinya dengan mengenakan kostum kulit, payudara, dan wajah manusia palsu. Video peringatan itu diunggah secara online oleh pihak kepolisian di Zhejiang, China.

Dalam video terlihat seorang wanita yang mengenakan bra dan celana dalam. Lalu setelahnya dia mulai melepaskan kostumnya tersebut dan berubah menjadi seorang pria.

Penipuan dengan menggunakan tubuh wanita telanjang palsu.Penipuan dengan menggunakan tubuh wanita telanjang palsu. Foto: South China Morning Post via Asia One

Aksi penipuan tersebut terjadi dengan cara sang pelaku awalnya mulai menggoda korbannya melalui media sosial dengan berpura-pura sebagai seorang wanita cantik. Setelahnya sang pelaku yang merupakan wanita jadi-jadian itu lalu kembali menggoda korbannya hingga dia bisa merekam korbannya dalam keadaan telanjang. Pelaku kemudian meminta korbannya untuk mengunduh sebuah aplikasi dengan iming-iming agar korbannya itu bisa melihat lebih banyak video telanjang. Namun sebenarnya trik tersebut dilakukan hanya untuk memperoleh nomor telepon korbannya.

Setelah berhasil, pelaku akan mulai melakukan pemerasan terhadap korbannya dengan mengancam akan mengirimkan video telanjang kepada keluarga dan kerabat jika korban menolak membayarkan sejumlah uang. Ancaman tersebut dilakukan tak hanya sekali, melainkan bisa berkali-kali.

Pihak kepolisian kemudian menghimbau para pria agar tidak melakukan obrolan melalui internet sambil telanjang karena itu bisa menjadi sebuah penipuan. Pelaku akan mencoba mendapatkan informasi pribadi korbannya setelah itu memerasnya. Biasanya pelaku akan mengincar korban dengan status sosial seperti dokter, guru, atau pegawai negeri.

Menurut sebuah laporan, dalam beberapa tahun terakhir, khususnya selama pandemi COVID-19, penipuan semacam ini sudah banyak terjadi dan mengalami peningkatan. Menurut pernyataan dari Guangdong Public Security Department pada Juni tahun lalu, pihak kepolisian telah menerima lebih dari 9,2 ribu kasus pemerasan terkait obrolan telanjang di internet.

(vio/vio)