Kasus Pelecehan Seksual Mantan Ratu Kecantikan Kamboja yang Jadi Kontroversi

Hestianingsih - wolipop Selasa, 18 Mei 2021 14:25 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Mantan ratu kecantikan Mean Pich Rita. Foto: Dok. Facebook
Jakarta -

Kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang melibatkan mantan ratu kecantikan menyedot perhatian publik beberapa hari terakhir ini. Mean Pich Rita,yang pernah jadi finalis Miss Grand Cambodia, berada dalam pusaran kontroversi yang juga menyeret nama salah satu pengusaha.

Mean Pich Rita merupakan mahasiswi tahun kedua yang ditangkap dan ditahan pada 8 Mei 2021 atas tuduhan pencurian iPhone milik Heng Sier, seorang pengusaha ternama di Kamboja. Pria 60 tahun tersebut juga menuduh Pich Rita memeras dan menikamnya saat keduanya berada di mobil pada 4 Mei 2021.

Di sisi lain, Pich Rita menyatakan punya alasan kenapa melakukan semua itu. Wanita 20 tahun ini mengklaim bahwa Heng Sier menyimpan senjata di mobilnya dan menuduhnya melakukan pelecehan seksual serta mencoba memperkosanya.

Kasus ini naik ke permukaan dan jadi perhatian publik dibahas di Facebook secara live-streaming. Adalah David Chanaiwa, seorang mantan pengacara, yang mengangkat insiden tersebut di internet dan seketika viral.

Mantan ratu kecantikan Mean Pich Rita.Mantan ratu kecantikan Mean Pich Rita. Foto: Dok. Facebook

Dalam siaran tersebut David menjelaskan secara detail duduk permasalahan terkait tuduhan Pich Rita terhadap Heng Sier. Dia merasa harus membuka kasus ini ke publik karena melihat ada ketidakadilan dalam prosedur penangkapan sang mantan ratu kecantikan.

"Saya meyakini respons pihak berwajib tidak adil, karena mereka datang dan menjemputnya dari rumah dan menahannya tapi pria yang satunya (Heng Sier), yang mendapat tuduhan, bebas," tutur David.

Unggahan tersebut viral pada 11 Mei 2021 setelah David membagikan sebuah video yang menampilkan Pich Rita menangis di pelukan ibunya, ketika pengadilan mengembalikannya ke penjara, dalam masa percobaan. Dalam video tersebut terdengar Pich Rita berkata bahwa dia jijik dengan dirinya sendiri.

"Saat menutup mata, yang saya lihat dia menyentuh saya. Dia punya senjata dan ingin menyentuh saya. Saya sangat takut. Dia ingin menyakiti saya," ujar Pich Rita.

Heng Sier pun melakukan pembelaan atas tuduhan yang dialamatkan padanya. Dia merilis pernyataan yang menjelaskan bahwa memang dirinya sempat menjalin hubungan khusus dengan Pich Rita.

Namun Heng Sier menyatakan kalau Pich Rita meminta sejumlah uang ketika dia ingin mengakhiri hubungan terlarang mereka. Heng Sier sendiri sudah memiliki istri dan anak saat menjalin asmara dengan wanita yang juga dikenal sebagai Yubi tersebut.

"Dia minta uang yang jumlahnya sangat besar untuk mengakhiri hubungan asmara kami. Saya tidak dapat memenuhi permintaannya, dan tidak menyangka dia memegang pisau dan menikam saya beberapa saat setelah itu," tulis Heng Sier, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Pada Jumat (14/5/2021), Pich Rita dibebaskan dengan jaminan. Dia juga mendapat advokasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan tim pengacara Perdana Menteri Hun Sen untuk membantu investigasi kasus ini lebih lanjut.

Kini sejumlah selebriti Kamboja menyuarakan dukungan untuk Pich Rita. Mereka membuat tagar #JusticeForYubi di media sosial sebagai bentuk keprihatinan atas kasus yang mereka anggap sebagai victim blaming.

(hst/hst)