Ikut Reality Show, Wanita Ini Mengaku Diperlakukan Kurang Baik Sebagai Muslim

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 09 Mei 2021 19:00 WIB
Shireen Khan Foto: Dok. Website Shireen Khan
Jakarta -

Shireen Khan mengungkap pengalamannya mengikuti acara realiti SAS: Who Dares Wins yang sayangnya kurang menyenangkan. Wanita muslimah tersebut mengaku mendapat perlakuan seksi dan diskriminasi. Ia mengeluhkan sulitnya untuk berkompetisi dengan baik karena tim dari acara tersebut tidak peka terhadap gender dan agamanya.

Shireen mengeluhkan berbagai hal setelah tampil di acara dokumentari di mana para kontestan diuji kekuatan mental dan fisiknya oleh angkatan darat. Salah satunya ketika ia menolak untuk menanggalkan semua busana di hadapan kamera karena kepercayaannya.

Karena banyak hal, wanita 28 tahun tersebut mengaku tidak bisa maksimal dalam menjalankan tantangan dari Resimen Special Air Service. "Berada di acara itu adalah kesempatan yang sangat bagus dan sesuatu yang akan tinggal bersamaku selamanya. Tapi aku percaya bahwa ketidakpekaan kultur terhadap kepercayaan Muslimku dan sebagai seorang wanita menghalangiku,"

Shireen KhanShireen Khan Foto: Dok. Website Shireen Khan

"Setelah tantangan di lumpur, kontestan lain dengan nyaman membuka baju di depan satu sama lain dan di kamera tapi sebagai wanita Muslim aku tidak bisa. Aku harus tinggal dengan baju yang dingin yang membuatku kedinginan dan menggigil dan khawatir terkena hypothermia. Aku harus menunggu sampai aku bisa berganti pakaian secara private,"

Ia juga mengaku tidak diberikan makanan halal. Selama di sana ia tidak bisa makan dengan baik karena hanya bisa mengonsumsi makanan vegetarian. Pebisnis yang punya tiga klinik kesehatan tersebut juga mengalami gangguan pencernaan sebab tidak bisa buang air ketika menggunakan toilet bersama pria karena kepercayaannya.

Shireen KhanShireen Khan Foto: Dok. Website Shireen Khan

Sayangnya Shireen harus tereliminasi di episode pertama karena gagal dalam tantangan yang melibatkan mendaki gunung membawa beban 50 kg. Misi itu membuat tubuhnya memar. Ia pun merasa hal tersebut tidak adil karena kontestan pria diberi beban yang sama.

Hal lain yang disesalkannya adalah instruktur sering menyebutnya dengan panggilan 'cupcake' dan 'gym bunny' karena dianggap merendahkan. "Aku ingin bilang pada mereka aku lebih tangguh dari yang kalian pikir. Bahkan sampai di tahap ini sangat sulit karena butuh banyak kekuatan mental dan fisik," ungkapnya.

(ami/ami)