Dampak Psikologis yang Bisa Dialami Thalita Latief Sebagai Korban KDRT

Kiki Oktaviani - wolipop Sabtu, 10 Apr 2021 08:01 WIB
Thalita Latief & Dennis Lyla menjalani mediasi perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021). Foto: Hanif/detikcom
Jakarta -

Thalita Latief sudah jarang tampil di publik. Sekalinya menampakkan batang hidungnya, aktris 32 tahun itu membawa berita yang menyedihkan. Thalita Latief mengalami KDRT yang dilakukan oleh suaminya Dennys 'Lyla'.

Penyanyi dengan nama asli Dennis Rizky itu sudah buka suara soal gonjang-ganjing rumah tangganya dengan Thalita Latief. Meski begitu, Dennis tidak bicara soal KDRT yang dituduhkan padanya.

"Alhamdulillah selesai semuanya. Pembahasannya lebih ke perihal, ya kasus rumah tangga saya lah bagaimana cerita rumah tangga saya yang saya kayaknya gak etis ya kalau saya omongkan di publik," tutur Dennis dalam pengakuaannya setelah selesai sidang perceraian mediasi di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021).

Dalam pengakuan Thalita Latief, iamengalami kekerasan secara fisik. Thalita dilempar ponsel sampai kepalanya dijedotkan.

"KDRT-nya saya dilempar kok pakai handphone ke muka saya, sampai berdarah bibir saya sampai dagu saya. Gigi vinyr-an saya sampai patah dua yang bagian depan. Jidat saya dijedotin sama kepalanya dia sampai berdarah sampai benjol," imbuh wanita 32 tahun itu penuh emosi.

Dampak Psikologis dari KDRT

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi, dampak psikologis setiap orang berbeda-beda. Tapi pada umumnya kekerasan sekecil apapun bisa membekas dan menjadi bagian dari kehidupan.

"Biasanya beberapa dampak yang bisa terjadi adalah sulit berkonsentrasi atau tidak fokus karena kebingungan, stress, kemarahan, kesedihan, kekecewaan yang mendalam, ketakutan, hilangnya kepercayaan diri, merasa tidak berharga sampai trauma," jelas Meity, dalam wawancara bersama Wolipop via telepon, Rabu (7/4/2021).

Dampak stres hingga depresi bisa memicu tindakan yang lebih parah lagi. Tekanan mental yang terlalu kuat bisa memicu seseorang untuk menghilangkan nyawanya atau bunuh diri.

"Ada yang menyalahkan diri sendiri dan depresi bahkan ada yang ingin bunuh diri," ucap Meity.

Cara Mencegah KDRT

Lalu bagaimana cara wanita mencegah menjadi korban dari KDRT? Meity menegaskan bahwa yang bisa memutus mata rantai adalah yang menjalani hubungan itu sendiri.

"Suami hanya bisa berubah jika suami itu yang memiliki niat dan menginginkan hal itu terjadi, istri bisa menghentikan dengan cara mengambil keputusan mau membuat suaminya terus melakukan perilaku tersebut dengan berbagi cara seperti meminta suami konseling atau terapi atau cara ekstrem dengan melaporkan sehingga akan ke ranah hukum," saran Meity.

Jika banyak cara sudah dilakukan, namun suami tidak memiliki perubahan, Meity menyarankan kepada wanita dan istri untuk mengambil tindakan yang tegas. "Silakan pilih karena nggak ada yang bisa mengubah suami yang suka melakukan kekerasan jika bukan dari dirinya sendiri yang sadar menginginkan perubahan," pungkas Meity.



Simak Video "Tren Mukena Anak 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)