Kisah Ratu Kecantikan Bertemu Ibu Kandung yang Pernah Membuangnya di Bandara

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 05 Mar 2021 19:03 WIB
elizabeth hunterton Foto: Instagram @elizabeth.hunterton
Jakarta -

Elizabeth Hunterson adalah seorang anak adopsi yang tidak pernah bertemu orangtua kandungnya. Ia ditinggalkan saat bayi di tempat yang cukup janggal yakni bandara. Sepanjang hidup Elizabeth pun sering bertanya-tanya mengapa ia bisa dibuang begitu saja di usia 10 hari. Beberapa tahun lalu, ratu kecantikan itu memberanikan diri mencari ibu biologisnya untuk tahu alasannya.

Elizabeth ditemukan oleh dua pilot di pintu bandara Nevada di tahun 1980. Ketika itu, tidak diketahui siapa dan dari mana Elizabeth kecil dibawa. Untungnya ia kemudian diadopsi oleh keluarga yang merawat dan menyayanginya dengan baik. Meski begitu, seperti kebanyakan anak adopsi ia selalu bertanya-tanya apa alasan orangtuanya membuangnya.

"Aku berusia sekitar 10 hari. Seumur hidup aku berusaha untuk mencari tahu apa yang aku lakukan dalam 10 hari tersebut yang membuat mereka mengatakan, 'tinggalkan saja dia di bandara'" ungkapnya dilansir People.

Puluhan tahun kemudian, Elizabeth memutuskan untuk mencari ibu kandungnya. Melalui 23andMe, ia berusaha untuk menemukan jati dirinya meski ada kekhawatiran ditolak oleh kedua orangtua biologis. Namun kini wanita yang pernah dimahkotai Miss Nevada 2004 tersebut bersyukur akhirnya bisa mengenal sang ibu.

Elizabeth awalnya kesulitan menemukan orangtua kandungnya karena ia bukan berasal dari panti asuhan. Tidak diketahui di mana dan kapan ia dilahirkan bahkan rasnya sendiri tidak dikenali secara pasti. Melalui data DNA, akhirnya bisa dicari tahu bahwa ayah Elizabeth sudah meninggal dan tidak pernah tahu bahwa dia lahir ke dunia. Hal itu membuatnya semakin penasaran.

Setelahnya, Elizabeth dikabarkan bahwa ada seorang wanita yang punya hubungan darah dengannya. Tapi setelah membangun hubungan, wanita itu ternyata bukanlah ibu kandungnya. Singkat cerita akhirnya seseorang bisa berkontak dengan ibu kandung Elizabeth yang ternyata orang Jepang.

Setelah berkirim surat, diketahui jika ibunya dan ayahnya yang keturunan Afrika bertemu di pangkalan militer dan Elizabeth dilahirkan di sebuah rumah sakit di California. Akhirnya Elizabeth pun tahu jika sang ibu tidak bermaksud meninggalkannya di bandara.

"Ketika aku menerima email-nya, dia mengatakan dia tidak yakin bisa merawatku dengan cara yang menurut dia layak aku dapatkan. Karena itu, dia memberiku kepada teman sekamarnya yang seharusnya membawaku ke agensi adopsi. Ketika ibu kandungku tahu aku dibawa ke bandara, itu cukup membuatnya menderita," kata Elizabeth.

"Aku terkejut mendengar kabar darinya dan betapa seringnya ia melakukan pencarian. Itu semua membuatku emosional dan membawa banyak kenangan menyakitkan. Bagaimanapun itu, adalah sebuah berkah bisa mengetahui ia tumbuh jadi wanita yang kuat dan menakjubkan. Suatu hari, ketika kita semua sembuh sedikit lagi, semoga kita bisa bertemu," kata ibu biologis Elizabeth.

(ami/ami)