Pose Tak Senonoh di Masjid 2 Tahun Lalu, Model Ini Baru Minta Maaf Sekarang

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 22 Jan 2021 19:30 WIB
marisa papen Foto: Instagram
Jakarta -

Seorang model bernama Marisa Papen pernah dijatuhi hukuman penjara karena pemotretan kontroversialnya. Wanita asal Belgia tersebut ditahan polisi karena berpose tidak senonoh di Hagia Sophia, Turki. Menampilkan dirinya mengekspos bagian intim di tempat beragama, Marisa mengaku melakukan itu sebagai bentuk protes terhadap tirani agama. Dua tahun berlalu, ia pun baru meminta maaf.

Marisa Papen sempat menghebohkan publik ketika berpose di tengah Hagia Sophia, masjid Ottoman yang merupakan bekas gereja dan kini diabadikan sebagai museum. Terlebih hal itu bukan pertama kalinya dilakukan model seksi tersebut. Sebelumnya ia juga sering terlibat pemotretan kontroversial di wilayah Cappadocia, kompleks kuil Karnak Mesir, hingga Vatican.

Sebelum dijatuhi hukuman penjara, Marisa tampak tidak memiliki rasa bersalah. Ia pun tidak ragu mengakui bahwa dirinya memang eksibisionis atau suka memperlihatkan organ vital atau perilaku seksual kepada orang lain. Tapi tampaknya kini Marisa telah berubah. Dalam unggahan terbaru, di blog ia mengungkap perasaan bersalahnya.

Liburan Marisa PapenLiburan Marisa Papen Foto: (Instagram)

Diakui Marisa Papen bahwa tindakan dulu adalah bentuk dari protes. Bersama sang fotografer, ia ingin mencoba untuk menolong orang keluar dari penjara yang dibuat karena pemerintah dan agama.

"Kita semua jadi terbutakan dan dibodohi sehingga kita menerima saja. Kita tidak mempertanyakan apapun lagu. Semuanya dikontrol, dimanipulasi," tulisnya.

marisa papenmarisa papen Foto: Instagram

Dalam tulisan itu, ia meminta kesempatan untuk menjelaskan alasan dan filosofinya saat itu. "Ketika aku mengunjungi Turki di 2018, ada semangat cinta, didorong oleh mimpi kebersamaan. Pekerjaanku sering dianggap kontroversial tapi itu hanya tubuh manusia yang memihak kesetaraan dan kebebasan. Aku menciptakan gambar yang mengungkap perbedaan antara mengikuti dan kebebasan," katanya.

Mengaku berniat untuk menginspirasi, ia meminta maaf atas kejadian yang membawa masalah itu. "Niatku adalah untuk menginspirasi untuk membuat perbedaan positif, menutup celah dan mengungkap apa yang tersembunyi atau tertahan dalam bayangan lingkungan. Untuk orang-orang yang mungkin terlaku dengan pernyataan artistikku, aku minta maaf," tutup Marisa.

Meski begitu, Marisa Papen mengaku belum menyerah untuk mempromosikan filosofinya. Ke depannya tetap ingin merayakan tubuh manusia dan menyambut orang-orang yang ingin bergabung.

(ami/ami)