Most Pop Sepekan: Cerita Viral Desain Grafis yang Turun Jabatan Jadi OB

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 05 Des 2020 14:00 WIB
Kisah Erfat Seged yang dulu staf desain grafis yang jadi office boy Foto: Screenshot TikTok @sigit7499
Jakarta -

Beredar di TikTok curhatan seorang pegawai yang diturunkan jabatannya menjadi Office Boy (OB) padahal sebelumnya adalah desainer grafis di perusahaan tersebut. Hal ini pun menjadi perhatian para pembaca selama sepekan belakangan. Seperti apa ceritanya?

Adalah pria bernama Erfat Seged lewat akun TikToknya @sigit7499, menceritakan pengalamannya yang dulunya bekerja sebagai desainer grafis namun karena dianggap melakukan kesalahan, dia diminta turun jabatan menjadi OB. Postingan pria asal Pasuruan, Sidoarjo itu langsung viral di TikTok.

"Tidak peduli seberapa kau menjatuhkan aku, tapi kau tdk bisa menjatuhkan semangatku , karena semangat ku untuk kedua ortu ku. Logo ini adalah salah satu hasil karya saya. Dulu kantor keraku disini. Ini adalah teman-teman baru, karena aku diturukan jadi OB. Hanya karena 1 kesalahan foto dan kep. desain tidak suka denganku. Dan Inilah tempatku sekarang. Gak ada meja, dijanjikan dibelikan meja, aku kira ini mejaku, ternyata bukan. Aku sadar aku cuma OB. Diejek sama kep.desain "yakin dibelikan meja?" Ternyata itu meja baru kep.desain," tulis akun TikTok @sigit7499.

Dalam video yang diunggahnya, Seged mengaku tak pantang menyerah. Dia menaruh laptop di dalam lemari sebagai pengganti meja untuk tetap membuat karya desainnya.

"Tapi aku tidak patah semangat, aku cari lemari bekas, aku jadikan meja dan lemari untuk keperluan desainku diwaktu luang "terus belajar. Sekarang aku sadar untuk "terus berkarya aku tidak butuh meja dan fasilitas, tapi keikhlasan hati," lanjutnya lagi dalam video yang viral.

@sigit7499

Hingga kini video TikTok itu sudah dilihat lebih dari 557 ribu Views, mendapat 11.300 Likes dan 850 komentar. Warganet langsung menanggapi komentar tersebut. Ada yang tak percaya dengan cerita Seged, namun tak sedikit juga yang memberikan semangat untuknya.

"Hijrah broo, untuk apa bertahan kalau tdk dihargai, buktikan di tempat lain anda bisa lebih baik..tetap semangat," ucap @Ajim Selovanic.

"Gak masuk akal, misalkan anda lulusan S1 desain grafis, trus diberikan downgrade punishment koq sampai ke OB? harga dirimu bro, mending freelance," saran akun @Merdeka Belajar.

"Mana mungkin illustrator diturunkan jadi OB, ngaco amat," kata @Firdaus Tandjung.

"Mosok diturunkan jadi OB.... Gak nyambung amat nuruninnya," saut akun @dimas widodo.
Kisah Seged Turun Jabatan Jadi OB

Ketika dihubungi oleh Wolipop, Erfat Seged menuturkan jika ia awalnya sempat merasa takut untuk mengunggah videonya. Namun pada akhirnya dia tetap melakukannya untuk mengatasi perasaan sedihnya.

"Ya sebenernya cuma iseng aja, karena waktu itu lagi sedih banget, jadi mengekspresikan di TikTok. Waktu baru pertama upload kaget kok banyak sekali notifikasi dan agak takut juga," ungkap Seged, Rabu (25/11/2020).

Seged pun menceritakan kisah lengkapnya turun jabatan dari desainer grafis jadi OB. Katanya, nasibnya berubah setelah perusahaan tempatnya bekerja berganti pimpinan.

"Perusahaan dulu tempat saya bekerja adalah perusahaan yang didirikan oleh suatu keluarga adik dan kakak (bos saya). Dan saya adalah seorang desain grafis di perusahaan tersebut yang mengelola desain dan konten media sosial untuk perusahaan tersebut. Sebut saja bos A dan B. Dalam bekerja saya sering berinteraksi dengan bos B karena bos A jarang sekali ke kantor. Watak dari kedua bos ini memiliki pandangan berbeda dalam mendidik dan bersosialisasi kepada pekerja. Bos A lebih kaku sedangkan bos B lebih perhatian," jelasnya panjang lebar.

Seged bekerja selama satu tahun di perusahaan tersebut. Dan mengaku tidak ada kendala sama sekali dan bisa mengikuti ritme pekerjaan dengan baik. Masalah mulai muncul saat perpindahan wewenang dari bos B dengan bos A karena ada beberapa perubahan yang diterapkan. Karena perkembangan di era digital semakin pesat, bos A mengangkat seseorang untuk menjadi kepada desain untuk mengontrol kerja.

"Masuklah Kepala Desain Grafis baru masuk di kantor saya, waktu itu divisi desain grafis hanya diduduki oleh (kepala desain dan dua desain grafis, termasuk saya) dan dari sinilah awal mula ketidakcocokkan antara bos A dengan saya dikarenakan perbedaan pemandangan dalam sebuah desain (terlebih lagi dikompori oleh kepala desain baru). Yang nggak tau kenapa seolah merasa karena saya lebih lama bekerja di situ, dia merasa tersaingi. Padahal saya sama sekali bersikap biasa dan selalu berusaha kerja dengan senang hati," tambahnya.

Puncak masalah terhadapnya terjadi ketika perusahaan itu mendapatkan project membuat desain franchise sebuah brand. Tim desain grafis memulai membuat logo dan karakter sebuah brand tersebut.

"Kami berdua berdiskusi dan banyak sekali revisi yang dilakukan, awalnya desain logo kebingungan. Sebuah karakter karena lebih banyak dikerjakan teman saya. Akhirnya setelah pekerjaan saya yang lain selesai barulah saya turun tangan untuk membantu logo tersebut agar karakternya lebih kuat, dan disitu banyak juga revisi yang harus saya kerjakan. Akhirnya terbentuklah logo karakter brand tersebut," tuturnya.

Saat desain sudah selesai dan kepala desain itu tak menyetujui dengan desain yang sudah dikerjakan oleh Seged. Dan tak merasa puas dengan kinerja Sedeg. Ia pun dipanggil oleh bos B, karena membuat desain warna cabai dengan warna pink. Bos B, dikatakan Seged, kecewa dengan hasil kerjanya. Dan Bos A yang mengetahui peristiwa ini menyuruh bos B untuk memberhentikannya.

Keputusan bos A yang tidak bisa diganggu gugat, akhirnya bos B memberikannya pilihan. Dua pilihan untuk Seged adalah mau tetap bekerja tetapi sebagai OB (sambil terus belajar dan kembangkan bakat) atau resign. Dengan rasa terpaksa akhirnya ia memutuskan untuk menjadi OB. Dan ketika menjadi OB, ia terus belajar dan menggali potensinya.

Namun saat ini Seged sudah resign dari perusahaan tersebut. Dia mulai bekerja di perusahaan itu pada 26 Juli 2019 dan memutuskan resign pada 19 September 2020. Saat ini, ia sudah aktif bekerja di salah satu kantor notaris sebagai desain grafis.

(gaf/ami)