Viral Pria Dimasukkan Paksa ke Kandang Babi karena Diduga Selingkuh

Hestianingsih - wolipop Selasa, 24 Nov 2020 11:17 WIB
Unfaithful young man in a cafe. He is embracing his girlfriend and making call gesture to another woman behind her back. Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: iStock
Guangdong -

Perselingkuhan berbuntut aksi penyiksaan terjadi di China. Seorang pria dimasukkan paksa ke kandang babi dan diceburkan ke sungai setelah ketahuan berselingkuh.

Peristiwa itu terjadi di Distrik Dianbai, Provinsi Guangdong, China, pada Jumat (20/11/2020). Berdasarkan laporan Sin Chew Daily, sebuah video viral memperlihatkan seorang pria hanya memakai underwear duduk di ranjang dengan hidung dan mulut berdarah.

Tampak di sekelilingnya tiga pria bertanya sambil meneriaki pria tersebut. Ketiganya kemudian mengikat kedua tangan pria tersebut dengan tali, lalu memaksa tubuhnya masuk ke kandang babi terbuat dari bambu.

Sang pria terekam berteriak minta ampun, namun tidak diindahkan mereka. Setelah dimasukkan ke dalam kandang, pria tersebut dibawa dan beberapa kali diceburkan ke sungai.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu mengalami penyiksaan setelah ketahuan berselingkuh dengan istri orang. Namun belum diketahui apakah pria yang diselingkuhi termasuk salah satu dari tiga pelaku.

Tindakan kekerasan ini pun sampai ke telinga polisi dan kasusnya sedang dalam investigasi. Korban dikatakan tidak mengalami luka serius sementara tiga pelaku sudah menyerahkan diri. Pihak kepolisian menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu perselisihan pribadi dan karena faktor emosional.

Hukuman seperti ini lumrah dilakukan orang-orang China zaman dulu ketika ada seseorang atau pasangan yang kedapatan berselingkuh atau berzina. Praktik ini memasukkan pelaku dalam kandang kambing lalu ditenggelamkan ke sungai hingga meninggal. Setelah itu tubuh si pelaku diangkat dan dikubur.

Meskipun China tidak menerapkan hukuman itu secara resmi, praktik seperti ini masih dijalankan mereka yang berasal dari kelompok sosio-ekonomi rendah. Namun di masa sekarang hukuman tidak dijalankan sampai pelaku meninggal. Melainkan hanya untuk memberi pelajaran agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

(hst/hst)