Kisah Wanita Pernah Di-bully Karena Bentuk Hidung, Kini Jadi Ratu Kecantikan

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 08 Sep 2020 11:42 WIB
Taylor Thomas Foto: Facebook Taylor Thomas
Jakarta -

Hanya karena wajahnya, seorang wanita bernama Taylor Thomas pernah jadi bulan-bulanan tema-teman. Dianggap punya bentuk hidung khas orang kulit hitam yang tidak menarik, wanita tersebut di-bully hingga pernah melukai dirinya sendiri. Cukup lama mengalami ketidakpercayaan diri, akhirnya wanita asal Inggris itu bisa melepas masa lalu dan kini jadi ratu kecantikan.

Taylor Thomas sempat menjadi korban bullying ketika kecil karena punya darah Karibia. Teman-teman Taylor menyebut jika bentuk hidung Taylor tidak akan membuatnya punya pacar. Hal itu pernah membawanya melukainya diri sendiri di usia 13 tahun.

Kini kecantikan Taylor yang lebih dari sekadar fisik sudah dibuktikan dengan memenangkan Miss Leamington Spa. Selanjutnya wanita 23 tahun itu pun akan mengikuti kontes Miss England.

Taylor ThomasTaylor Thomas Foto: Facebook Taylor Thomas

Taylor yang juga seorang penyanyi dan penulis lagu belakangan berusaha untuk menyuarakan pengalamannya dengan rasisme. Terlebih setelah gerakan Black Lives Matter dimulai di Amerika.

"Aku diminta untuk bleaching dan meluruskan rambutku sampai rontok karena orang-orang mengatakan rambutku yang berantakan tidak menarik. Saat itu aku tidak menginginkan diriku sendiri. Aku mencoba untuk membantahnya tapi aku ketakutan setiap makan siang dan waktu istirahat. Aku hanya tidak ingin ada," katanya dilansir Dailymail.

"Jika bukan karena dukungan dari orangtuaku aku tidak tidak tahu apa yang akan terjadi karena bahkan guru-guru mengatakannya seperti itu bukan masalah besar dan menyebutnya sebagai 'pembangunan karakter'" lanjut Taylor.

Taylor ThomasTaylor Thomas Foto: Facebook Taylor Thomas

Taylor lalu dipindahkan sekolah oleh orangtuanya meski setelah itu, dampak bullying masih mempengaruhinya. Guru musik itu dulu berbohong mengenai alasan kepindahannya karena tampak kejadian serupa terulang. Untungnya, setelah itu ia tidak lagi mengalami bullying dan bisa memperbaiki rasa percaya diri.

"Aku lebih baik berbohong kepada mereka daripada menceritakan apa yang terjadi. Tidak sampai tahun lalu ketika aku memutuskan untuk terbuka dan berhadapan dengan apa yang aku alami saat terlibat dengan kampanye anti-bullying. Butuh waktu 22 tahun untuk menemukan ketenangan dan kenyamanan dengan diri sendiri," tuturnya.

Saat dinobatkan sebagai ratu kecantikan, Taylor pun mengaku terharu karena tidak pernah merasa dirinya cantik atau kuat. Kini Taylor tidak ingin lagi mengubah penampilannya dan mencoba tersenyum untuk bisa merasa bahagia dari dalam. "Orang lebih menarik ketika mereka tersenyum, tidak peduli apa yang terjadi selama kamu bahagia dan tersenyum," tambahnya.

(ami/ami)