Cerita Wanita Muda yang Ditipu Sugar Daddy Palsu Saat Lockdown

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 07 Sep 2020 19:00 WIB
ilustrasi wanita sedih Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Bukan rahasia lagi jika ada wanita muda yang sengaja mencari 'sugar daddy' untuk dijadikan 'pasangan'. Hal ini pun meningkat selama pandemi Corona karena banyak yang kehilangan penghasilan dan ingin mengandalkan beban finansial pada seseorang. Dilaporkan bahwa beberapa bulan belakangan, banyak wanita muda yang mencari pria kaya di situs kencan antara sugar daddy dan sugar baby. Sayangnya ada sebagian dari merkea yang malah tertipu..

Istilah sugar daddy merujuk pada pria dewasa yang berkencan dengan wanita lebih muda dan bersedia untuk mendukung si 'sugar baby' secara finansial. Berbagai situs kencan seperti Seeking Arrangements pun melihat kenaikan pendaftaran sebanyak 74% sejak Maret hingga Juni. Kebanyakan yang mendaftar adalah wanita muda yang tampaknya kehilangan pekerjaan atau butuh pemasukan tambahan selama lockdown.

Berniat ingin cari bantuan keuangan, dilaporkan jika belakangan banyak wanita muda tertipu oleh pria yang mengaku sebagai sugar daddy. Salah satunya adalah wanita bernama Elizabeth Mirah. Wanita 28 tahun asal AS ini dikatakan hampir kehilangan pekerjaan sebagai manajer kantin lalu beralih mencari 'sugar daddy'. Tapi ia malah ditipu oleh pria dari sebuah situs fetis.

"Kita (berkomunikasi) bolak balik dan dia terlihat seperti orang yang sungguh-sungguh," kata Elizabeth kepada Business Insider.

Pria itu kemudian meminta nomor rekening bank Elizabeth lalu mengirimkan dua cek bernilai $1,500 (Rp 22 juta). Namun setelahnya pria itu meminta Elizabeth mengirim balik $500 (Rp 7 jutaan) untuk keperluan keponakannya. Tiga hari setelahnya, dua cek yang sebelumnya diterima malah terpental dan uangnya hilang dari rekening. Ketika itu, Elizabeth pun sadar bahwa dia sudah ditipu.

Selain Elizabeth, dilaporkan bahwa ratusan pengguna Seeking Arrangements mendapat pesan dari orang-orang yang mencoba menipu sejak lockdown. Jika penipu itu direspon biasanya mereka langsung memberikan bukti dengan mentransfer uang. Dikatakan jika orang-orang tersebut bekerja secara berkelompok karena mereka menggunakan foto dan taktik serupa.

Seorang mantan sugar baby berusia 22 tahun mengatakan dia terbebas dari banyak percobaan penipuan tahun ini. Ia sendiri mengaku sudah hapal bagaimana sugar daddy sehingga tidak mudah dikelabui. "Sugar daddy dalam posisi berkuasa. Jika sugar daddy menanyakanmu banyak hal dan kesetiaanmu dan apa yang bisa kamu lakukan pada mereka, itu lah ketika mereka mungkin mencoba untuk memanfaatkanmu," ungkapnya.

Penipuan sugar baby juga diperkuat dengan pencarian kata sugar daddy dan scam yang meningkat 51% pada awal tahun. Selain melalui situs kencan, kasus penipuan online juga banyak terjadi melalui aplikasi dan website seperti WhatsApp dan Netflix.

(ami/ami)