Artis Jepang Dilaporkan Bunuh Diri Setelah Di-bully Karena Tak Pakai Masker

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 01 Sep 2020 12:30 WIB
Maria Hamasaki Foto: Instagram @marichan_days
Jakarta -

Artis Jepang Maria Hamasaki dilaporkan meninggal dunia. Kantor berita NHK mengungkap bintang reality show Bachelor Japan tersebut ditemukan tewas di rumahnya di Tokyo. Penyebab kematiannya diduga karena bunuh diri. Sebelumnya wanita cantik itu diketahui sempat mendapat serangan dari netizen setelah kedapatan tidak memakai masker.

Berdasarkan laporan, Maria Hamasaki mendapat banyak komentar negatif pada April lalu ketika meninggalkan rumah tanpa masker. Seperti diketahui mengenakan masker di publik menjadi sebuah kewajiban beberapa bulan terakhir ini untuk mencegah penyebaran virus Corona. Mereka yang tidak mempedulikan aturan itu pun sering jadi perbincangan.

Karena masalah itu, Maria pun mendapatkan atensi negatif. Ketika itu, Maria bahkan sempat berseteru dengan salah satu netizen yang berkomentar kasar. Banyak orang yang mengaitkannya dengan penyebab kematian Maria yang diduga bunuh diri.

[Gambas:Instagram]



Hingga kini polisi masih menginvestigasi penyebab kematiannya tapi dilaporkan bahwa tidak ditemukan luka eksternal. Polisi memprediksi bahwa bintang tersebut mengakhiri hidup karena komentar-komentar mengenai insiden tak pakai masker yang membebaninya. Namun sampai saat ini tidak ditemukan surat wasiat atau catatan yang mengonfirmasi itu.

Maria Hamasaki sendiri adalah artis yang dikenal lewat program realiti 'Bachelor Japan' atau 'Ikinari Marriage' yang tayang di AbemaTV. Dalam acara tersebut, Maria dipasangkan dengan seorang pria dalam sebuah kehidupan pernikahan lalu menghabiskan waktu sebulan untuk merasakan jadi pengantin baru. Staf produksi telah mengonfirmasi kabar kematian dan mengatakan akan menunda syuting dan penayangan acara tersebut untuk sementara.

[Gambas:Instagram]



Selain seorang bintang reality show, Maria juga seorang pebisnis yang menjual produk-produk kecantikan dari Korea Sealtan dan bekerja sebagai model.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikologi, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(ami/ami)