Unggah Foto Pakai Bikini Jamaika di Instagram, Adele Dihujat Netizen

Vina Oktiani - wolipop Senin, 31 Agu 2020 10:00 WIB
Adele Adele / Foto: Instagram adele
Jakarta -

Wanita bersuara merdu, Adele, baru saja mendapat banyak hujatan setelah dirinya mengunggah sebuah foto di Instagram yang memperlihatkan bikini dan gaya rambut yang tengah dikenakannya. Postingan tersebut diunggah Adele untuk menghormati perayaan Karnaval Notting Hill, sebuah perayaan untuk merayakan budaya Karibia dan kulit hitam di Inggris, yang kemudian terpaksa dibatalkan karena pandemi Corona.

Dalam postingan yang diunggah pada 31 Agustus 2020 itu Adele terlihat menggunakan atasan bikini dengan motif bendera Jamaika. Dirinya juga menata rambutnya dengan gaya rambut tradisional Afrika, simpul Bantu. Hingga kini unggahannya tersebut telah disukai oleh lebih dari 2,6 juta orang dan mendapatkan banyak komentar.

"Senang akan ada Karnaval Notting Hill di London tercinta," tulis keterangan dalam foto tersebut.

AdeleAdele Foto: Instagram Adele



Namun sayang setelah mengunggah foto itu, Adele justru mendapatkan banyak kecaman dari netizen. Tidak sedikit netizen yang malah menuduhnya telah melakukan perampasan budaya.

"Perempuan kulit hitam didiskriminasi karena menggunakan gaya rambut kepang Bantu sebagai identitas budaya, tetapi orang kulit putih tidak, itu tidak adil dan itulah mengapa orang marah," komentar salah seorang netizen.

"Orang-orang kulit putih terkasih, jadilah dirimu sendiri dan berhentilah untuk selamanya melakukan pelanggaran budaya. Adele, kepang Bantu itu tidak diperlukan. Atasan bikini bendera Jamaika juga tidak perlu ... Tolong hentikan saja," tulis netizen lainnya.

Walaupun sebagian netizen terlihat menentang gaya berbusana dan tata rambut Adele dalam foto unggahannya itu, namun beberapa lainnya juga terlihat mendukung dan memuji wanita 32 tahun itu. "KAMI SUKA MELIHAT BENDERA KAMI DI MANA SAJA !!!!" tulis seorang netizen di kolom komentar.

"Ini membuatku tersenyum. Ini menunjukkan pengaruh pulau kecilku terhadap seluruh dunia. Betapa kita benar-benar berpengaruh," komentar lainnya.

"Ini adalah apresiasi budaya, bukan apropriasi," tulis netizen lainnya.

(vio/vio)