Keluar Istana, Meghan Markle Diklaim Akan Calonkan Diri Jadi Presiden

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 16 Jul 2020 10:38 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 12: Meghan, Duchess of Sussex delivers a speech as she launches the Smart Works capsule collection on September 12, 2019 in London, England. Created in September 2013 Smart Works exists to help unemployed women regain the confidence they need to succeed at job interviews and return to employment. (Photo by Mark Large - WPA Pool/Getty Images) Foto: Mark Large - WPA Pool/Getty Images
Jakarta -

Meghan Markle dan Pangeran Harry telah meninggalkan istana kerajaan Inggris untuk hidup mandiri. Kini Meghan pun tengah kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat. Banyak orang memprediksi jika Meghan akan melakukan berbagai pekerjaan, mungkin saja kembali berakting atau tampil di reality show. Tak hanya itu, ibu satu anak ini juga dibilang berencana mencalonkan diri jadi presiden Amerika.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang komentator Beverly Truner. Dikatakan jika Duchess of Sussex itu bercita-cita untuk menjadi presiden. Keluar dari istana, Meghan dibilang punya keinginan untuk masuk ke Gedung Putih. Entah dari mana Beverly mendapatkan kabar ini namun ia tampak sangat yakin dengan pernyataannya.

"Dia akan mencalonkan diri jadi presiden, aku tidak ragu untuk itu. Aku tidak ragu, aku pikir itu semua adalah bagian dari rencananya. Itu mungkin tidak dalam waktu dekat tapi itu akan terjadi," ungkapnya di sebuah program di stasiun Channel 5.

Pembawa acara Jeremy Vine pun kaget mendengar pernyataan tersebut. Namun Beverly tetap percaya diri dengan pendapatnya.

"Aku memiliki otoritas yang cukup baik untuk mengatakan bahwa dia akan mencalonkan diri jadi presiden. Mungkin ada presiden-presiden yang buruk, tapi aku ingin melihat wanita berdarah campuran ada di Gedung Putih, aku ingin," balas Beverly.

Meghan Markle memang dikenal peduli dengan isu-isu lingkungan. Belakangan ia juga berkomentar mengenai politik. Dalam pidatonya beberapa waktu lalu Meghan menilai jika banyak pemimpin dan pembuat keputusan tidak mendengarkan masyarakat dan wanita.

"Wanita dalam sejarah selalu sering melakukan 'itu bukan yang seharusnya dilakukan atau itu mungkin adalah suatu ide tapi kami akan melakukan hal lain' tapi kapan mereka pernah mendengarkan kita sebagai wanita. Kita mendengar itu di momen-momen kita menantang norma," kata Meghan.



Simak Video "Kate Middleton Kini Kerja Keras Bagai Kuda Usai Ditinggal Meghan"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/sra)