Viral Aksi Protes Dokter Gigi Pose Tanpa Busana karena Kurang APD

Anggi Mayasari - wolipop Sabtu, 02 Mei 2020 07:00 WIB
Dentist wearing eyeglasses gloves and mask examining a patient teeth with a dental probe and a mirror in a clinic box with equipment in the background Foto: Dok. Twitter
Jakarta -

Alat Pelindung Diri (APD) tentu sangat dibutuhkan oleh tenaga medis untuk menghindari risiko penularaan di tengah pandemi COVID-19. Sayangnya banyak tenaga medis yang masih kekurangan APD. Hal ini membuat para dokter di Prancis melakukan aksi protes tak biasa.

Dokter gigi di Prancis berbagi foto tanpa busana diri mereka di media sosial dalam upaya untuk menarik perhatian pada kebutuhan mereka akan alat pelindung diri. Dengan tagar #dentistesapoil, yang berarti "dokter gigi telanjang", mereka melakukan aksi protes menunjukkan bagaimana rasanya diminta bekerja tanpa perlindungan.

Pada sebuah video yang beredar di media sosial, dokter gigi meminta agar pemerintah Prancis memberi mereka masker sebelum mereka membuka kembali praktik pada 11 Mei. Seperti dilansir Euronews, Julie Zerbib Martin mengungkapkan ia memulai gerakan ini dengan dua rekannya pada bulan April.

"Sayangnya kami tidak memiliki peralatan pelindung yang cukup untuk kembali bekerja. Berpose tanpa busana adalah metafora karena dipaksa bekerja dalam situasi yang rentan dengan pasien kami," katanya.

Foto-foto aksi para dokter ini dengan cepat menjadi viral. Kini lebih dari 175 dokter gigi telah berpartisipasi, mengingat mereka khususnya sangat rentan terpapar COVID-19 karena kedekatan yang dibutuhkan dengan para pasien.

Praktik-praktik dokter gigi memang telah ditutup selama penguncian wilayah karena virus corona, dan akan dibuka kembali pada 11 Mei nanti. Para dokter gigi ini pun khawatir karena pandemi masih belum berakhir sementara mereka harus bekerja tanpa alat perlindungan diri yang memadai.

Banyak petugas medis mengatakan bahwa mereka mengutuk kurangnya peralatan untuk ahli bedah gigi. Sementara itu, Kementerian kesehatan Prancis mengatakan bahwa mereka akan memberikan 150.000 masker kepada dokter gigi menjelang pencabutan penguncian wilayah pada 11 Mei. Namun, dokter gigi mengatakan bahwa jumlah masker tersebut tak memadai karena setiap dokter gigi hanya mendapatkan tiga.

"Kami belum bekerja dalam satu setengah bulan, dan kami bisa melihat akan sebanyak apa pasien nanti. Kami memberikan material kami ke rumah sakit pada awal krisis dalam bentuk solidaritas. Sekarang kami mendapati bahwa kami tidak punya apa-apa lagi," ujar Julie.



Simak Video "Benda Harian Disulap Jadi Gaun Ciamik, Seperti Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)