Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jadi Putri Indonesia 2020, Ini Sosok yang Menginspirasi Ayuma

Faidah Umu Sofuroh - wolipop
Senin, 09 Mar 2020 14:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ayuma
Foto: Faidah Umu Safuroh
Jakarta -

Raden Roro (Rr) Ayu Maulida Putri telah dinobatkan menjadi Puteri Indonesia 2020 pada Jumat (6/3/2020) lalu. Ia mengaku ada sosok wanita yang menginspirasinya untuk selalu berprestasi dan menjadi seperti saat ini.

"Perempuan paling inspiratif, kalau bisa saya bilang itu ibu saya. Kalau tokoh, saya bisa bilang Ibu Risma (Wali Kota Surabaya) karena dari dulu ketika ditanya hal yang sama, saya jawab itu Ibu Risma. Ibu Risma itu dulu seorang pegawai negeri yang mendedikasikan dirinya untuk lingkungan hidup di Kota Surabaya," jelasnya di Capital Place Jakarta, Senin (9/3/2020).

Ayuma, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa Risma adalah sosok yang sangat inspiratif. Ia mendedikasikan diri untuk menjaga lingkungan hingga menata Kota Surabaya hingga menjadi kota yang tertib seperti sekarang. Selain itu, menurutnya, Risma juga sosok yang mau terjun langsung ke masyarakat ketika terjadi masalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, Risma adalah orang yang ingin ia ikuti. Ia juga mengatakan bahwa untuk bisa menjadi seseorang yang besar, ia harus percaya terhadap diri sendiri. Sebab, baginya, musuh terbesar adalah dirinya sendiri, termasuk saat ia menjalani kompetisi kecantikan.

"Tantangan terbesar di every competition is your self. It's not about how people talk, how people like judging you, it's just back to you, how you can memilah-milah itu semua, how you can belief in your self. Sometimes, I feel like insecure or feeling down, because ya all of thing. Tapi sometimes I reflect to my self. Sudahlah percaya saja semua orang punya takdirnya masing-masing. So just enjoy the moment," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Ayuma yang hadir dalam acara Beauty World yang diselenggarakan Lazada itu juga berbicara soal kesetaraan gender. Menurutnya, sebagai seorang wanita, ia harus percaya kepada diri sendiri, dan terus memperjuangkan kesetaraan serta tak terus menerus terjerumus dalam stigma perempuan ada di bawah laki-laki.

"Kita punya kesetaraan yang sama, kita memiliki kesempatan yang sama, kita memiliki mimpi yang sama. Bagaimana kita appreciate our self, so everyone will appreciate our self too. Cara kita menghapus stigma itu, dari diri kita sendiri yang paling penting, bagaimana kita show to the world, kalau kita bisa ekspresikan our self. Dari situ orang akan melihat, oh iya dia bisa kok, kenapa saya nggak bisa? So dari first your self, other people will follow you," pungkasnya.

(akn/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads