Kisah Haru Bocah Jual Bawang Demi Biayai Pengobatan Adik Ini Bikin Nangis
Anggi Mayasari - wolipop
Selasa, 24 Sep 2019 08:04 WIB
Henan
-
Biasanya banyak anak-anak menghabiskan waktunya dengan bermain dan belajar. Namun, hal berbeda terjadi pada bocah berusia 11 tahun ini yang telah mendedikasikan masa kecilnya untuk menghasilkan uang demi membayar tagihan rumah sakit adiknya.
Seorang anak laki-laki asal China ini menjual bawang merah setiap pagi sebelum ia pergi ke sekolah. Yan Yihang, yang tinggal di sebuah kota kecil di provinsi Henan, bangun paling cepat pukul 6 pagi setiap hari untuk berjalan ke kota dan menjual bawang.
Seperti dilaporkan Daily Mail, semua uang yang diperolehnya dari penjualan digunakan untuk membantu saudara lelakinya yang berusia 7 tahun, Yan Ce, yang menderita penyakit darah langka yang disebut anemia aplastik. Siswa kelas lima ini pun tak meminta sumbangan karena ia ingin mendapatkan uang dari usahanya sendiri.
"Aku ingin menyelamatkan saudaraku. Aku ingin pergi ke sekolah bersamanya bersama," kata Yan.
"Sayuran ini ditanam oleh keluargaku dan aku ingin mendapatkan uang dengan menjualnya," imbuh Yan melalui Pear Video.
Adik laki-laki Yan didiagnosis pada 2015 dan membutuhkan transplantasi sumsum tulang. Anemia aplastik merupakan suatu kondisi di mana tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah. Dokter biasanya akan merekomendasikan transplantasi sumsum tulang agar tubuh memulai produksi sel darah. Yan pun menjadi donor karena ia cocok untuk adik lelakinya dan operasi dilakukan pada Juni 2018.
"Itu sedikit menyakitkan, tetapi saya tidak takut. Karena hanya dengan ini saudara saya dapat pulih dengan cepat," terang Yan
Keluarganya membawa Yan Ce ke rumah sakit ibukota ketika ayahnya terus bekerja di kota lain sebagai buruh untuk membayar tagihan medis yang terus bertambah. Kakek-neneknya, yang sama-sama petani, dilaporkan meminjam uang dari teman dan kerabat mereka untuk membantu membayar tagihan yang telah mencapai lebih dari 700.000 yuan atau Rp 1,3 miliar dalam rentang empat tahun.
Yan setiap hari bangun pagi untuk memetik bawang merah dan pergi ke pasar untuk menjual hasil panennya sebelum pergi ke sekolah. Ia menjual bawang satu yuan atau Rp 2 ribu per tandan. Namun, bisnis tidak selalu berjalan baik bagi Yan. Ia pernah mendapatkan 50 yuan atau Rp 100 ribu dalam sehari, tetapi di waktu lain ia tidak menjual apapun. Yan berhasil mendapatkan 1.182 yuan atau Rp 2,3 juta dengan kerja keras selama empat bulan.
"Putraku telah tumbuh dewasa dan tahu bagaimana berbagi tanggung jawab denganku," ujar ibu Yan berurai air mata. (agm/eny)
Seorang anak laki-laki asal China ini menjual bawang merah setiap pagi sebelum ia pergi ke sekolah. Yan Yihang, yang tinggal di sebuah kota kecil di provinsi Henan, bangun paling cepat pukul 6 pagi setiap hari untuk berjalan ke kota dan menjual bawang.
Seperti dilaporkan Daily Mail, semua uang yang diperolehnya dari penjualan digunakan untuk membantu saudara lelakinya yang berusia 7 tahun, Yan Ce, yang menderita penyakit darah langka yang disebut anemia aplastik. Siswa kelas lima ini pun tak meminta sumbangan karena ia ingin mendapatkan uang dari usahanya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayuran ini ditanam oleh keluargaku dan aku ingin mendapatkan uang dengan menjualnya," imbuh Yan melalui Pear Video.
Foto: dok. Pear Video |
Adik laki-laki Yan didiagnosis pada 2015 dan membutuhkan transplantasi sumsum tulang. Anemia aplastik merupakan suatu kondisi di mana tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah. Dokter biasanya akan merekomendasikan transplantasi sumsum tulang agar tubuh memulai produksi sel darah. Yan pun menjadi donor karena ia cocok untuk adik lelakinya dan operasi dilakukan pada Juni 2018.
"Itu sedikit menyakitkan, tetapi saya tidak takut. Karena hanya dengan ini saudara saya dapat pulih dengan cepat," terang Yan
Keluarganya membawa Yan Ce ke rumah sakit ibukota ketika ayahnya terus bekerja di kota lain sebagai buruh untuk membayar tagihan medis yang terus bertambah. Kakek-neneknya, yang sama-sama petani, dilaporkan meminjam uang dari teman dan kerabat mereka untuk membantu membayar tagihan yang telah mencapai lebih dari 700.000 yuan atau Rp 1,3 miliar dalam rentang empat tahun.
Yan setiap hari bangun pagi untuk memetik bawang merah dan pergi ke pasar untuk menjual hasil panennya sebelum pergi ke sekolah. Ia menjual bawang satu yuan atau Rp 2 ribu per tandan. Namun, bisnis tidak selalu berjalan baik bagi Yan. Ia pernah mendapatkan 50 yuan atau Rp 100 ribu dalam sehari, tetapi di waktu lain ia tidak menjual apapun. Yan berhasil mendapatkan 1.182 yuan atau Rp 2,3 juta dengan kerja keras selama empat bulan.
"Putraku telah tumbuh dewasa dan tahu bagaimana berbagi tanggung jawab denganku," ujar ibu Yan berurai air mata. (agm/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Park Min Young & Sungjae BTOB Siap Jadi Visual Couple Drakor Adaptasi Dracin
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Drama China Shine On Me Ditarik dari Netflix Vietnam karena Peta Kontroversial
Most Popular
1
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
2
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
3
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
4
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED












































Foto: dok. Pear Video