Viral, Video Model Cilik Ditendang Ibunya karena Mogok Pemotretan

Eny Kartikawati - wolipop Jumat, 12 Apr 2019 12:08 WIB
Viral video model cilik ditendang ibunya karena menolak pemotretan. Foto: Dok. Weibo Viral video model cilik ditendang ibunya karena menolak pemotretan. Foto: Dok. Weibo

Beijing - Sebuah video memilukan viral di China. Video memperlihatkan seorang ibu yang anaknya dikenal sebagai model cilik melakukan kekerasan pada sang anak yang menolak difoto.

Seperti dikutip dari Beijing News, ibu yang melakukan kekerasan itu merupakan orangtua dari model cilik bernama Niu Niu. Bocah perempuan berusia tiga tahun itu dikenal sangat populer sebagai model busana anak-anak di sejumlah platform ecommerce China.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari 22 juta kali itu tampak Niu Niu berdiri di tempat yang mirip jalanan. Niu Niu tampil memakai rok dan baju tanpa lengan serta membawa tas. Dia sepertinya diminta berpose di dekat tembok.



Seorang pria terlihat memegang handphone membantu Niu Niu memegang tas kecilnya. Saat bocah cilik itu menaruh tas kecilnya, seorang wanita berkaus putih yang menurut pengunggah video adalah ibu dari Niu Niu, menendang bokong sang anak.

Model cilik Niu Niu dan ibunya.Model cilik Niu Niu dan ibunya. Foto: Dok. Weibo


"Ambil bunga itu sekarang, jangan bikin aku marah selama pemotretan," demikian suara sang ibu yang terdengar dari rekaman video.

Video yang viral itu disebut direkam di Hangzhou, China pada 6 April 2019. Niu Niu disebut sudah bekerja seharian saat dirinya ditendang di bagian bokong oleh ibunya.

Setelah video tersebut viral, berbagai ecommerce yang menjadikan Niu Niu sebagai model iklan menarik foto sang bocah cilik dari situs mereka. Ibunda Niu Niu pun memberikan klarifikasinya terkait aksi kekerasan yang dilakukannya.

Sang ibu mengaku dirinya tidak pernah berniat menyakiti putrinya. Dia menendang Niu Niu karena menurutnya sang anak terlalu dekat ke jalanan. Menurutnya video yang viral itu diambil oleh orangtua lainnya yang cemburu akan kepopuleran Niu Niu.

Model cilik Niu Niu.Model cilik Niu Niu. Foto: Dok. Weibo


"Tidak ada yang tersakiti di video aku memberikan kedisiplinan ini. Aku minta maaf kalau video ini jadi membuat kalian semua salah paham. Aku dan putriku sangat dekat. Dan dia benar-benar mendapatkan kasih sayang," katanya.

Klaim ibunda Niu Niu itu langsung mendapat reaksi beragam dari netizen China. Sebagian besar dari mereka geram karena wanita itu membela diri dan merasa tidak bersalah. Malah seorang netizen lain yang mengaku berada di lokasi pemotretan mengatakan, foto dilakukan di studio berlokasi outdoor bukan di jalanan seperti klaim ibu Niu Niu.

Bantahan ibunda Niu Niu tersebut juga membuat video lainnya bermunculan. Video lagi-lagi memperlihatkan galaknya sang ibunda pada Niu Niu. Video yang beredar tersebut diyakini dari para fotografer yang pernah memotret sang model cilik.

Sebuah video yang direkam pada Maret 2019 memperlihatkan ibunda Niu Niu marah pada sang anak yang memakai kostum merah. Niu Niu tampak dipukul dengan hanger baju. Video lainnya memperlihatkan Niu Niu dimarahi dan hampir dipukul tangannya.

Seorang pemilik online shop yang pernah bekerjasama dengan Niu Niu pun mengungkapkan betapa mengerikannya perilaku ibu Niu Niu pada anaknya. Menurutnya anak kecil itu sering dipaksa melakukan banyak pekerjaan. "Mereka biasanya mengharuskan melakukan satu pemotretan dalam empat menit atau 15 foto dalam satu jam," katanya.

Seorang fotografer yang pernah bekerja dengan Niu Niu juga mengatakan bahwa anak kecil itu disuruh bekerja oleh ibunya dari pukul 09.00 pagi hingga 18.00 sore. Pernah karena sudah terlalu lelah dan tidak bisa berdiri dengan benar, Niu Niu malah dipukul oleh sang ibu.

Model cilik seperti Niu Niu memang begitu laris. Dalam sehari dia bisa mendapatkan US$ 744 hingga US$ 1.400.

Dalam klarifikasi lainnya saat diwawancara Beijing News, ibu Niu Niu membantah melakukan eksploitasi pada anaknya demi mendapatkan keuntungan. "Suamiku memiliki pekerjaan, keluarga kami tidak bergantung pada Niu Niu untuk mendapatkan penghasilan," ujarnya.
(eny/eny)