So Sweet, Ibu Beri Permen ke 200 Penumpang Pesawat karena Takut Bayi Nangis

Hestianingsih - wolipop Rabu, 27 Feb 2019 18:09 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi di pesawat. Foto: iStock Ilustrasi ibu dan bayi di pesawat. Foto: iStock

Jakarta - Bepergian membawa bayi memang jadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu. Selama perjalanan, terlebih jika memakan waktu yang panjang, bayi bisa saja rewel hingga mengalami cranky.

Sebagian penumpang lain mungkin bisa memahami situasi sang ibu yang kerap kali serba salah ketika bayinya menangis atau berteriak di pesawat. Namun tidak semua orang mau menolerir kebisingan yang ditimbulkan dari suara bayi rewel.

Penumpang pesawat satu ini tampaknya tahu benar akan hal itu. Khawatir bayinya yang berusia empat bulan menangis dan mengganggu penumpang lain selama perjalanan, ia pun melakukan sesuatu tak terduga yang menghangatkan hati.


Foto: Dok. Facebook/Dave Corona

Kisah ibu dari Seoul, Korea Selatan, yang menumpang pesawat menuju San Francisco jadi viral dan membuat netizen tersentuh. Wanita yang bepergian bersama bayi empat bulannya itu membagikan 200 paket berisi permen dan penutup telinga kepada para penumpang sebelum berangkat.

Paket tersebut dibagikan sebagai permintaan maaf jika nanti dalam perjalanan selama 10 jam tersebut, sang bayi menangis atau rewel. Di dalam bungkusan paket juga tertera catatan kecil.
Foto: Dok. Facebook/Dave Corona

"Halo, aku Junwoo dan usiaku 4 bulan. Hari ini, aku pergi ke Amerika Serikat bersama ibu dan nenek untuk bertemu bibiku. Aku sedikit gugup dan takut karena ini penerbangan pertamaku, yang artinya aku bisa saja menangis atau terlalu berisik," demikian yang tertulis pada catatan, seperti foto yang diunggah salah satu penumpang di Facebook.

"Aku akan mencoba tenang, tapi tidak bisa janji... Tolong dimaklumi. Jadi ibuku sudah menyiapkan bungkusan kecil untukmu! Ada beberapa permen dan penutup telinga. Mohon dipakai kalau ada suara berisik karena aku. Selamat menikmati perjalanan. Terima kasih," tutupnya.
Foto: Dok. Facebook/Dave Corona

Dave Corona, penumpang yang berada di penerbangan yang sama pun tersentuh dengan tindakan sang ibu. Selama perjalanan ia pun tak mendengar bayi menangis.

Sikap yang sangat sopan dari wanita asal Korea tersebut memunculkan rasa kagum, tapi ada pula yang merasa prihatin. Sebagian netizen menilai ia tidak perlu melakukan itu semua karena semua penumpang pasti akan memakluminya.

"Tindakan yang sopan, tapi menurutku justru orang-orang lah yang perlu lebih mengerti keadaan di pesawat dan tidak membuat orangtua dan anak-anaknya merasa tidak diterima dengan baik. Kita kan juga pernah jadi bayi dalam satu waktu hidup kita," komentar netizen.

"Kok sedih ya. Dia tidak perlu melakukan itu. Kita, orang-orang yang harus mengerti dia," tambah komentator lain.


Foto: Dok. Facebook/Dave Corona

Namun ada pula netizen yang sangat menghargai tindakannya.

"Ide yang bagus dan sangat cerdas," tutur salah satu netizen lainnya.

"Bisa menyempatkan untuk membuat 200 bungkus paket sambil mengurus bayi itu sangat mengagumkan! Dan tentu saja, Murphy's Law (apapun yang bisa salah, akan salah) itu memang benar adanya," ujar netizen lagi. (hst/hst)