Kembali Foto Tanpa Busana di Tempat Suci, Model Playboy Ditahan Polisi

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 18 Des 2018 13:46 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram

Jakarta - Marisa Papen kembali berulah dengan aksinya foto tanpa busana. Sebelumnya model Playboy tersebut menimbulkan keresehan karena berpose seksi di tempat suci. Bukan hanya satu atau dua kali, Marisa pernah melakukannya di mesjid di Turki hingga tembok ratapan di Yerusalem. Kini ia pun ditahan setelah berpose tanpa busana di kota Vatican.

Model asal Belgia tersebut sepertinya belum kapok berurusan dengan hukum karena aksinya pose tanpa busana. Ia pun dilaporkan kembali ditahan polisi setelah melakukan hal serupa di Vatican. Di kota suci tersebut, Marisa melepas pakaiannya dan berfoto sambil membawa salib dekat St Peter's Basilica.

Foto lain menunjukkan wanita itu menduduki injil di tengah-tengah St Peter's Square, juga tanpa busana. Ada pun gambar yang seolah memperlihatkannya sedang dalam ritual bersama dengan beberapa pria berpakaian pendeta. Dalam gambar tersebut, ia tak mengenakan pakaian sambil disalip.

Setelah polisi menyaksikan pemotretan menantang ini, sejumlah petugas langsung mengejar Marisa dan fotografer Jesse Walker. Keduanya pun kemudian ditahan di penjara meski sudah dilepaskan 10 jam setelahnya.

Baca juga: Model Playboy Ini Jadi Kontroversi, Foto Tanpa Busana di Tempat Suci

"Aku punya teman yang berbakat, Lucas, di Bali yang membuat furnitur kayu jati berkelas. Dia membuat salib yang bisa terlepas dan menyatu dalam tiga bagian. Sebuah salib kayu jati yang bisa dilipat. Mengeluarkannya dari Uber sangat lucu, pengemudinya tidak tahu itu untuk apa tapi orang Italia baik, jadi itu tidak masalah untuk mereka," kata Marisa menceritakan pengalamannya dilansir Dailymail.

"Aku sedang memakai pakaian dalam ketika dua mobil polisi datang dan empat polisi mendekat, mengacungkan tongkat mereka dan berkata 'tolong berikan passport'. Begini lah kami, lagi-lagi di balik jeruji dalam kamar kotor kecil dan debu di lantai. Jesse dan aku melihat satu sama lain dan tertawa," tambahnya.

Marisa dan Jesse kemudian dibawa ke penginapan mereka di mana polisi menemukan salib kayu besar dan properti-properti lain seperti baju pendeta, darah palsu, rosary, dan mahkota berduri. Duo tersebut kemudian dibawa kembali ke kantor polisi dan dilepaskan 10 jam kemudian setelah cap jari dan foto mereka diambil di pengadilan setempat.

"Kami bersedia melakukan segalanya untuk pemotretan-pemotretan ini bahkan jika itu berarti penjara. Itu adalah sesuatu yang kami ingin lakukan terus dan sudah terbiasa sekarang jadi bukan sesuatu yang baru. Aku pikir ENKI dan Marisa adalah dua seniman dan brand paling kontroversial di planet sekarang dan itu sesuatu yang paling aku banggakan," ungkap James mengenai pemotretan kontroversi mereka.

"Untukku, masalah terbesar adalah dengan institusi yang dibangun dari agama. Mereka didorong oleh uang dan tidak punya hati," tambah Marisa.

Tak hanya di tempat suci, Marisa juga pernah melakukan pemotretan menantang serupa di Afrika. Kala itu, Marisa juga berpose tanpa busana dengan niat untuk meningkatkan kesadaran dan uang untuk bintang liar di sana, terutama di Kongo.
(ami/ami)