Laporan dari Bangkok

Mengapa Indonesia Selalu Gagal Tembus Top 10 di Miss Universe?

Frieda Isyana Putri - wolipop Senin, 17 Des 2018 16:46 WIB
Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina hanya sampai babak top 20 Miss Universe 2018. Foto: Instagram @officialputeriindonesia
Bangkok -

Catriona Gray asal Filipina baru saja diumumkan sebagai pemenang Miss Universe 2018. Sementara wakil Indonesia, Sonia Fergina Citra, hanya sampai pada tahapan 20 besar atau top 20. Saat babak top 10, nama Puteri Indonesia 2018 asal Bangka Belitung itu tidak lagi disebutkan.

Sejak 2013, langkah Puteri Indonesia di ajang kecantikan Miss Universe selalu terhenti dan tak pernah lolos ke babak top 10. Pencapaian terbaik Indonesia adalah saat Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira mengikuti Miss Universe 2014 di Amerika Serikat. Pada saat itu, Elvira sukses membawa pulang gelar kostum nasional terbaik dan masuk babak top 15.

Langkah Indonesia masuk ke babak top 15 ini malah sempat terhenti pada 2017. Wakil Indonesia saat itu yaitu Bunga Jelitha sama sekali tidak masuk sebagai semifinalis.



Apa yang membuat wakil Indonesia tak mampu menembus top 15 ataupun top 10?

Mega Angkasa, Head of Communication Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mengatakan bahwa kepercayaan diri merupakan kunci utama untuk menarik juri, dan wakil Indonesia masih belum bisa melampaui finalis lainnya.

Sonia Fergina Citra saat penjurian gaun malam di Miss Universe 2018.Sonia Fergina Citra saat penjurian gaun malam di Miss Universe 2018. Foto: Instagram @officialputeriindonesia



"Hari ini Sonia masuk top 20, sama-sama puas karena masuk dari sisi wildcard yang dipilih para juri. Ini menjadi pelajaran bagi kita juga mengapa kita tak pernah melaju ke top 10. Kami melihat bahwa kepercayaan diri pada kontestan itu sangat utama. Self-confidence is more important than language," tutur Mega saat diwawancarai usai perhelatan Miss Universe 2018 di IMPACT Arena, Thailand, Senin (17/12/2018).




Mega mencontohkan H'Hen Nie yang tidak begitu fasih berbahasa Inggris dan selalu menggunakan bahasa nasionalnya pada sesi tanya jawab. Namun karena H'Hen Nie menggunakan bahasa tubuh yang menyenangkan, percaya diri dan memukau juri, dia pun mampu melaju ke top 5.

Dalam hal kepercayaan diri, menurut Mega sebenarnya Sonia sudah sangat baik. Namun menurutnya masih banyak kontestan lainnya yang lebih baik lagi dari Sonia.

Sehingga, Mega dan tim YPI akan kembali pada aspek Brain, Beauty, Behaviour (3B) dalam pemilihan ajang Puteri Indonesia 2019 nanti sebagai akar dari kepercayaan diri yang baik. Evaluasi akan dilakukan pihak YPI untuk memilih kontestan yang memenuhi kriteria 3B tersebut dan juga mencari kunci utama dari dua ajang yang diikuti Puteri Indonesia lainnya, yaitu Miss International dan Miss Supranational.

"Kita tidak akan bergeser dari apa yang menjadi patokan Puteri Indonesia yaitu 3B, tapi ingat ketiga ajang ini punya target masing-masing. Confidently beautiful itu yang dinomor satukan oleh IMG (pemilik Miss Universe), yang bisa memberikan motivasi dan inspirasi kepada generasi muda lainnya itu yang diutamakan," pungkas Mega.


(frp/eny)