Wanita Ini Lolos dari Maut Saat Pesawatnya Jatuh, Kisahnya Jadi Pelajaran

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 30 Okt 2018 14:31 WIB
Ximena Suarez, menjadi satu-satunya wanita yang lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 2016.Foto: Dok. Facebook Ximena Suarez Ximena Suarez, menjadi satu-satunya wanita yang lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 2016.Foto: Dok. Facebook Ximena Suarez
Jakarta - Wanita cantik ini menjadi satu-satunya wanita yang lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 2016. Dia berbagi kisahnya melalui buku yang diharapkan bisa jadi pelajaran.

Adalah Ximena Suarez, pramugari di pesawat LAMIA Airlines yang dicarter rombongan tim sepak bola lokal Brasil, Chapecoense Real. Pesawat yang dinaikinnya mengalami kecelakaan, jatuh di wilayah Cerro Gordo yang berjarak 50 kilometer dari kota Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia.

Pesawat jenis Aerospace 146 ini membawa 77 orang saat jatuh pada 28 November 2016 malam waktu setempat. 71 orang tewas dan enam selamat. Ximena adalah satu-satunya wanita dari enam orang yang selamat tersebut.

Pada 2017, setahun setelah dirinya selamat dari kecelakaan pesawat, Ximena merilis buku Volver a los Cielos (Return to the Skies). Wanita Bolivia itu pada 2018 ini juga berencana merilis buku keduanya.

Dalam wawancara dengan EFE, Ximena mengungkapkan dari hari ke hari kondisinya menjadi lebih baik. Dibanding ketika satu tahun pertama setelah kecelakaan maut tersebut, dia masih mengalami depresi. Dia kerap terjaga di malam hari karena bermimpi buruk. Dia sampai harus minum obat agar bisa tidur nyenyak, yang masih dikonsumsinya selama setahun setelah kecelakaan.

Ximena Suarez, menjadi satu-satunya wanita yang lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 2016.Ximena Suarez, menjadi satu-satunya wanita yang lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 2016. Foto: Dok. Facebook Ximena Suarez


"Aku mengalami depresi yang berat. Keluargaku, anak-anakku membantuku untuk mengatasinya, semua yang aku rasakan. Juga dukungan dari orang-orang. Mereka luar biasa," ujarnya.

Ximena pun mengungkapkan apa yang dialaminya bukanlah suatu keberutungan. Tapi memang dia sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa untuk masih hidup.

"Kami adalah sebuah keajaiban. Keajaiban untuk bisa menolong orang lain. Menurutku itulah tujuan kami, kenapa enam dari kami selamat," ucapnya saat diwawancara koran El Colombiano.

Menurut Ximena, dengan merilis buku itulah dia membantu menolong sesama mereka yang bisa jadi senasib dengannya. Buku tersebut didedikasikannya pada para korban tragedi seperti dirinya.




Tonton juga '17 Keluarga Korban Lion Air JT 610 Belum Lapor ke Posko Bandara Soetta':

[Gambas:Video 20detik]

(eny/eny)