Jadi Model Harper's Bazaar Singapura, Paris Jackson Dituding Munafik
Hestianingsih - wolipop
Senin, 20 Agu 2018 18:33 WIB
Jakarta
-
Paris Jackson semakin diakui eksistensinya sebagai insan fashion. Putri mendiang King of Pop Michael Jackson ini mendapat kehormatan tampil di sampul majalah fashion ternama Harper's Bazaar.
Namun prestasi yang cukup membanggakan ini rupanya membuat dirinya diprotes keras oleh kaum LGBT. Komunitas LGBTQIA+ mengritik Paris Jackson karena sudah bersedia tampil di majalah salah satu franchise Harper's Bazaar edisi Singapura. Apa pasal?
Selama ini Paris Jackson dikenal sebagai aktivis dan cukup vokal menyerukan persamaan hak dan emansipasi kaum LGBT. Ia sendiri bahkan mengaku sebagai seorang biseksual. Sementara Singapura, seperti dikutip dari Allure, merupakan salah satu negara yang ketat terhadap pengaturan gay dan lesbian.
Singapura diketahui sebagai negara yang memberlakukan aturan bahwa pernikahan sesama jenis di sana ilegal. Bagi yang melanggar peraturan, terancam hukuman penjara selama dua tahun.
Berpose untuk majalah Haper's Bazaar Singapura, sementara ia seorang aktivitas LGBT, wanita 20 tahun ini pun disebut hipokrit atau munafik. Hal itu disampaikan seorang penulis yang juga aktivis LGBT Jamie Tabberer.
Dalam tulisannya 'Paris Jackon's Harper's Bazaar Singapore Cover is Hyprocite', Jamie mempertanyakan kenapa Paris Jackson bersedia tampil untuk majalah Singapura, negara yang justru bertabrakan dengan nilai yang dianutnya. Paris juga dituding sebagai pengkhianat komunitas LGBTQ+.
"Mungkin Paris sebenarnya tahu masalah yang akan timbul dengan kemunculannya di majalah itu; mungkin dia (justru) menggunakannya sebagai kesempatan untuk menarik atensi mengenai ketidaksetaraan seksualitas di Singapura dan seluruh dunia. Tapi sekalipun maksudnyabegitu, itu tidak jadi soal. Yang jadi persoalan adalah dia melewatkan kesempatan dari postingan Instagram-nya itu; dengan hanya menyertakan sedikit tulisan di caption," tulis Jamie.
Mengenai kontroversi kemunculannya di Harper's Bazaar Singapura, Paris Jackson mengaku tidak mengetahui tentang larangan pernikahan sesama jenis di Singapura. Ia pun baru menyadari setelah melihat tulisan Jamie.
"Aku nggak tahu, aku minta maaf. Aku berterimakasih sudah diberi kesempatan (untuk jadi model Harper's Bazaar), tapi aku akan menghapus postingan itu sekarang," tulis Paris di akun Twitter miliknya, Minggu (19/8/2018), sebelum akhirnya menghapus postingan fotonya di Instagram.
Paris menegaskan kembali lewat cuitannya bahwa dia tidak bermaksud menjadi orang yang munafik ataupun tidak sensitif terhadap isu LGBTQ.
"Aku tidak bermaksud jadi hipokrit atau menyakiti siapapun, dan dukunganku untuk teman-temanku di LGBTQIA+ jadi prioritas pertamaku sebelum kecintaanku terhadap fashion dan rasa terima kasihku terhadap kesempatan yang diberikan ini. Sekali lagi, aku minta maaf," lanjutnya.
Paris juga mengklarifikasi bahwa pemotretan dan interview yang dilakukannya bersama Harper's Bazaar bukan hanya untuk ditampilkan di franchise Singapura. Tapi juga akan diterbitkan secara global.
"Majalahnya nggak hanya berdedar di Singapura, tapi ke beberapa negara lainnya," tulis Paris Jackson lagi.
Di akhir cuitannya tentang Harper's Bazaar Singapura, Paris juga balas mengritik Jamie, sang penulis artikel yang dimuat dalam situs Gay Star News.
"Juga artikel itu sangatlah kejam," katanya. (hst/hst)
Namun prestasi yang cukup membanggakan ini rupanya membuat dirinya diprotes keras oleh kaum LGBT. Komunitas LGBTQIA+ mengritik Paris Jackson karena sudah bersedia tampil di majalah salah satu franchise Harper's Bazaar edisi Singapura. Apa pasal?
Selama ini Paris Jackson dikenal sebagai aktivis dan cukup vokal menyerukan persamaan hak dan emansipasi kaum LGBT. Ia sendiri bahkan mengaku sebagai seorang biseksual. Sementara Singapura, seperti dikutip dari Allure, merupakan salah satu negara yang ketat terhadap pengaturan gay dan lesbian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berpose untuk majalah Haper's Bazaar Singapura, sementara ia seorang aktivitas LGBT, wanita 20 tahun ini pun disebut hipokrit atau munafik. Hal itu disampaikan seorang penulis yang juga aktivis LGBT Jamie Tabberer.
Paris Jackson jadi model majalah Harper's Bazaar Singapura. Foto: Dok. Harper's Bazaar Singapura |
Dalam tulisannya 'Paris Jackon's Harper's Bazaar Singapore Cover is Hyprocite', Jamie mempertanyakan kenapa Paris Jackson bersedia tampil untuk majalah Singapura, negara yang justru bertabrakan dengan nilai yang dianutnya. Paris juga dituding sebagai pengkhianat komunitas LGBTQ+.
"Mungkin Paris sebenarnya tahu masalah yang akan timbul dengan kemunculannya di majalah itu; mungkin dia (justru) menggunakannya sebagai kesempatan untuk menarik atensi mengenai ketidaksetaraan seksualitas di Singapura dan seluruh dunia. Tapi sekalipun maksudnyabegitu, itu tidak jadi soal. Yang jadi persoalan adalah dia melewatkan kesempatan dari postingan Instagram-nya itu; dengan hanya menyertakan sedikit tulisan di caption," tulis Jamie.
Mengenai kontroversi kemunculannya di Harper's Bazaar Singapura, Paris Jackson mengaku tidak mengetahui tentang larangan pernikahan sesama jenis di Singapura. Ia pun baru menyadari setelah melihat tulisan Jamie.
"Aku nggak tahu, aku minta maaf. Aku berterimakasih sudah diberi kesempatan (untuk jadi model Harper's Bazaar), tapi aku akan menghapus postingan itu sekarang," tulis Paris di akun Twitter miliknya, Minggu (19/8/2018), sebelum akhirnya menghapus postingan fotonya di Instagram.
Foto: Dok. Getty Images |
Paris menegaskan kembali lewat cuitannya bahwa dia tidak bermaksud menjadi orang yang munafik ataupun tidak sensitif terhadap isu LGBTQ.
"Aku tidak bermaksud jadi hipokrit atau menyakiti siapapun, dan dukunganku untuk teman-temanku di LGBTQIA+ jadi prioritas pertamaku sebelum kecintaanku terhadap fashion dan rasa terima kasihku terhadap kesempatan yang diberikan ini. Sekali lagi, aku minta maaf," lanjutnya.
Paris juga mengklarifikasi bahwa pemotretan dan interview yang dilakukannya bersama Harper's Bazaar bukan hanya untuk ditampilkan di franchise Singapura. Tapi juga akan diterbitkan secara global.
"Majalahnya nggak hanya berdedar di Singapura, tapi ke beberapa negara lainnya," tulis Paris Jackson lagi.
Di akhir cuitannya tentang Harper's Bazaar Singapura, Paris juga balas mengritik Jamie, sang penulis artikel yang dimuat dalam situs Gay Star News.
"Juga artikel itu sangatlah kejam," katanya. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Curhat Wendy Red Velvet Makan karena Terpaksa, Bikin Fans Khawatir
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
Alasan David Beckham Diblokir Anaknya, Disebut Melanggar Surat Peringatan
Sinopsis SAS: Red Notice di Bioskop Trans TV Hari Ini
Most Popular
1
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump
2
Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta
3
Curhat Wendy Red Velvet Makan karena Terpaksa, Bikin Fans Khawatir
4
Ramalan Zodiak 10 Januari: Cancer Hindari Perdebatan, Leo Kontrol Emosi
5
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
MOST COMMENTED












































Paris Jackson jadi model majalah Harper's Bazaar Singapura. Foto: Dok. Harper's Bazaar Singapura
Foto: Dok. Getty Images