Berdarah Palestina, Bella Hadid Ungkap Kekesalan Atas Keputusan Trump
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 08 Des 2017 10:32 WIB
Jakarta
-
Bella Hadid dengan bangga mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim keturunan Palestina. Wajar jika 'Model of The Year' 2017 itu geram terhadap apa yang tengah terjadi pada tanah kelahiran ayahnya tersebut. Ia pun mengecam Donald Trump yang mengumumkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel sebagai sesuatu yang absurd dan tidak adil.
Wanita 21 tahun ini beralih ke Instagram untuk mengungkapkan kesedihan dan kemarahannya. Bella Hadid mengunggah tulisan yang cukup panjang mengenai perasaan simpatinya kepada rakyat Palestina. Hal itu dilakukan pasca Trump memindahkan Kedutaan Amerika Serikat Israel ke Jerusalem.
"Aku telah menunggu untuk merangkai kata-kata yang tepat untuk ini tapi aku sadar tidak ada cara yang tepat untuk mengatakan sesuatu yang tidak adil. Hari yang sangat sangat menyedihkan. Menonton berita dan melihat kesedihan orang Palestina membuatku menangis untuk banyak generasi Palestina," tulis Bella.
"Melihat kesedihan ayahku, sepupuku, dan keluarga Palestina yang merasa (sedih) untuk leluhur Palestina membuat ini lebih sulit untuk ditulis. Jerusalem adalah rumah semua agama. Untuk kejadian ini, aku merasa, kita mengambil lima langkah ke belakang, membuatnya sulit untuk tinggal di dunia yang damai," lanjutnya.
Selain Bella, sang ayah yang lahir di Palestina juga mengungkap hal serupa di Instagram. Mohamed Hadid yang dikenal sebagai seorang pengusaha real estate itu mengatakan jika hari tersebut adalah hari tersedih dalam hidupnya.
"Sekarang presiden Trump dengan tanda tangan simpel memberikan tanpa kembali tanah suci Jerusalem kepada orang Israel sebagai ibu kota mereka. Ini bukan deal real estate. Apa yang lebih buruk adalah semua pemimpin Arab menjual kita. Tidak ada malu, tidak ada hati, tidak ada jiwa. Perbuatan mereka menjijikan. Tanah Palestina untuk orang Palestina," tulis Mohamed.
Saksikan video 20detik tentang Bella Hadid di sini:
Sebelumnya, Bella pernah mengungkap mengenai latar belakang keluarga, terutama sang ayah yang merupakan muslim berdarah Palestina. "Dia selalu relijius dan dia selalu berdoa dengan kami. Aku bangga menjadi seorang muslim," kata Bella.
Bella juga bersimpati kepada para pengungsi ketika Donald Trump melarang mereka masuk ke Amerika. "Ayahku adalah seorang pengungsi ketika dia pertama datang ke Amerika jadi itu sangat dekat dengan kami untuk saudara, saudariku, dan aku," jelasnya kala itu. (ami/ami)
Wanita 21 tahun ini beralih ke Instagram untuk mengungkapkan kesedihan dan kemarahannya. Bella Hadid mengunggah tulisan yang cukup panjang mengenai perasaan simpatinya kepada rakyat Palestina. Hal itu dilakukan pasca Trump memindahkan Kedutaan Amerika Serikat Israel ke Jerusalem.
"Aku telah menunggu untuk merangkai kata-kata yang tepat untuk ini tapi aku sadar tidak ada cara yang tepat untuk mengatakan sesuatu yang tidak adil. Hari yang sangat sangat menyedihkan. Menonton berita dan melihat kesedihan orang Palestina membuatku menangis untuk banyak generasi Palestina," tulis Bella.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir Bella juga menunjukkan dukungannya kepada mereka. "Perlakuan pada orang-orang Palestina tidak adil, berpihak, dan seharusnya tidak ditoleransi. Aku mendukung Palestina," ungkap Bella.
Selain Bella, sang ayah yang lahir di Palestina juga mengungkap hal serupa di Instagram. Mohamed Hadid yang dikenal sebagai seorang pengusaha real estate itu mengatakan jika hari tersebut adalah hari tersedih dalam hidupnya.
"Sekarang presiden Trump dengan tanda tangan simpel memberikan tanpa kembali tanah suci Jerusalem kepada orang Israel sebagai ibu kota mereka. Ini bukan deal real estate. Apa yang lebih buruk adalah semua pemimpin Arab menjual kita. Tidak ada malu, tidak ada hati, tidak ada jiwa. Perbuatan mereka menjijikan. Tanah Palestina untuk orang Palestina," tulis Mohamed.
Saksikan video 20detik tentang Bella Hadid di sini:
Sebelumnya, Bella pernah mengungkap mengenai latar belakang keluarga, terutama sang ayah yang merupakan muslim berdarah Palestina. "Dia selalu relijius dan dia selalu berdoa dengan kami. Aku bangga menjadi seorang muslim," kata Bella.
Bella juga bersimpati kepada para pengungsi ketika Donald Trump melarang mereka masuk ke Amerika. "Ayahku adalah seorang pengungsi ketika dia pertama datang ke Amerika jadi itu sangat dekat dengan kami untuk saudara, saudariku, dan aku," jelasnya kala itu. (ami/ami)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Most Popular
1
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
2
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
3
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
MOST COMMENTED











































