Ridwan Kamil ke Miss International Kevin Lilliana: Mojang Bandung Pisan

Tri Ispranoto - wolipop Minggu, 03 Des 2017 20:40 WIB
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kedatangan Miss International 2017 Kevin Lilliana di Pendopo Kota Bandung, Minggu (3/12/2017) sore.

Dalam pertemuannya pria yang akrab disapa Emil itu menyampaikan rasa bangga terhadap Kevin Lilliana yang merupakan warga Gunungbatu, Kota Bandung, karena berhasil mengharumkan nama daerah dan negara di ajang internasional.

"Sebagai wali kota saya punya kebanggan luar biasa ada warga yang menang kontes internasional. Ini mah mojang Bandung pisan," ujar Emil di sela-sela pertemuan.

Menurut Emil tidak banyak warga Bandung yang berhasil membanggakan negara di ajang internasional. Sehingga kemenangan Kevin Lilliana bisa membawa kebahagiaan bukan hanya bagi warga Bandung tapi juga Jawa Barat dan Indonesia.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Tidak lupa pria berkacamata itu juga menitipkan agar Kevin Lilliana bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi pemuda 'Jaman Now' melalui pesan-pesan terutama dalam media sosial.

"Minimal sehari sekali keluarkan kalimat yang menginspirasi. Nanti pesannya pasti ditiru oleh anak-anak. Dunia hari ini banyak bertebaran konten-konten negatif lewat internet dan lain-lain. Kita butuh orang yang bisa memberi pesan positif," ujarnya.

Emil berharap sosok Kevin juga bisa menjadi cermin Kota Bandung saat ini.
Foto: Tri Ispranoto

"Orang Bandung teh kararasep, gareulis, someah, ramah. Ingat Bandung, ingat berita baik. Ingat Bandung, ingat individu yang menginspirasi membawa perubahan dan manfaat," ucapnya.

Sementara itu Kevin mengaku siap menjawab tantangan Emil. Menurutnya apa yang diharapkan Emil sejalan dengan misinya sebagai Miss Internasional 2017 yang menebarkan pesan damai melalui budaya.
Foto: Tri Ispranoto

"Setahun ke depan saya mengemban tugas sebagai Miss Internasional dengan membawa nama baik Bandung, Jawa Barat dan Indonesia. Menebarkan pesan perdamaian melalui pertukaran budaya. Dengan mengenal budaya, kita bisa lebih respek dan toleran dengan keberagaman negara lain," tandas gadis kelahiran Bandung 5 Januari 1996 itu.
(hst/hst)