Gigi Hadid Dihujat Karena Mengejek Orang Asia

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 07 Feb 2017 19:15 WIB
Foto: Dok. Getty Images, Reuters, AFP
Jakarta - Gigi Hadid menjadi bahan perbincangan netizen karena sebuah unggahan video di Snapchat. Model 21 tahun tersebut dituding bersikap rasis karena menirukan wajah orang Asia. Meski video tersebut sudah dihapus, masih banyak orang yang memperdebatkan tindakan Gigi yang sepertinya hanya bermaksud bercanda.

Video tersebut diunggah sang adik, Bella Hadid beberapa waktu lalu. Dalam rekaman itu, Gigi tampak sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman dalam sebuah perayaan ulang tahun.


Ia kemudian terlihat memegang patung kecil berbentuk serupa pria Asia yang sepertinya adalah sebuah kue. Kekasih Zayn Malik itu kemudian mengambil kue tersebut, meletakkannya di sebelah wajahnya, kemudian memicingkan mata seolah meniru mimik wajah orang Asia.

Meski sudah terhapus di Snapchat Bella Hadid, video itu muncul lagi di fan page Zayn Malik. Akun twitter itu pun seolah-seolah ingin memberi tahu para pengikutnya jika Gigi meledek orang Asia. Padahal Gigi sendiri merupakan orang keturunan Asia Selatan yaitu Pakistan, begitu juga dengan sang kekasih.

Setelah diposting, unggahan itu langsung mengundang banyak komentar bernada mengkritik kepada Gigi. Sebagian orang menganggap apa yang dilakukan Gigi adalah tidak sopan kepada orang Asia dan pengikut Buddha. Menurut netizen bernama Mo, orang-orang tidak mempermasalahkan itu karena Gigi adalah seorang supermodel.

"somethings arent a joke... thats mockery and very disrespectful to that religion," kata Cellybill.

Gigi Hadid Dihujat Karena Mengejek Orang Asia
Namun ada pula beberapa orang yang membela Gigi dengan mengatakan bahwa tindakan itu adalah bercanda dan tidak perlu dipermasalahkan.

"she's joking for god sake, if it was some other celebrity no one would've talked," kata hadidgomezxx.

Melihat anak sulungnya dikritik karena bercanda, sang ibu Yolanda Hadid pun turun tangan untuk membela. Di akun Twitter-nya, Yolanda mengunggah foto yang bertuliskan bahwa Buddha tertawa banyak ditemukan di sejumlah tempat dan merupakan lambang kebahagiaan. Menurutnya, hanya orang-orang berpikiran 'racun' yang menganggap cokelat Buddha adalah rasis.

(ami/ami)