Donald Trump Menang Pilpres AS, Akankah Ivanka Trump Jadi Menteri?
Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 10 Nov 2016 12:11 WIB
Jakarta
-
Peran Ivanka Trump dalam kemenangan ayahnya, Donald Trump di pemilihan presiden Amerika Serikat, dianggap lebih menonjol dari ibu tirinya, Melania Trump. Kini saat ayahnya jadi presiden terpilih, dia pun diprediksi duduk di kursi menteri.
Sejak Donald mencalonkan diri menjadi presiden Amerika, Ivanka memiliki peran besar mulai dari memperkenalkan ayahnya ke seluruh warga Amerika Serikat dalam Konvensi Nasional Partai Republik hingga berbicara mengenai kebijakan yang akan diterapkan sang ayah jika menjadi presiden. Wanita 35 tahun itu juga kerap memberikan pembelaan yang pintar ketika ayahnya ataupun dirinya diserang kritik.
Seperti ketika sekelompok orang menyatakan boikot pada produk fashion buatannya, Ivanka memilih menanggapinya dengan santai. ""Menyenangkannya hidup di Amerika adalah orang bisa melakukan apapun yang mereka mau. Tapi aku lebih suka bicara pada jutaan, 10 juta wanita Amerika yang merasa terinspirasi dengan brand milikku dan pesan yang coba aku sampaikan," demikian kata Ivanka saat diwawancara Good Morning America.
Sebagai anak sulung Donald, Ivanka tak henti-hentinya memberikan dukungan pada ayahnya yang kerap dikritik karena berbagai kasus, seperti kasus pelecehan wanita. Pernah dalam wawancara dengan Sunday Times of London, ibu dua anak itu mengatakan ayahnya sebenarnya seorang feminist.
"Itulah alasannya aku menjadi wanita seperti sekarang aku ini," ujar Ivanka. Sehari-harinya, sebagai anak dari Donald Trump, Ivanka ikut membantu mengelola usaha ayahnya. Dia juga memiliki bisnis sendiri yang bergerak di bidang fashion.
Melalui lini busananya, ia berusaha mengkampanyekan dukungannya pada wanita bekerja. Dia menggunakan hashtag #WomenWhoWork di banyak postingan media sosialnya sebagai bentuk solidaritasnya pada wanita bekerja. Dia bahkan merilis buku berjudul Women Who Work: Rewriting the Rules for Success.
"Aku mencoba memberdayakan para wanita di semua aspek kehidupan mereka. Dan aku sudah melakukan ini jauh sebelum kampanye presiden," ujar istri dari Jared Kushner itu.
Selain menjadikan dirinya sebagai contoh sukses bagaimana Donald mendidik anak, Ivanka juga kerap meyakinkan pada para calon pemilih ayahnya semasa kampanye bahwa pria berambut pirang itu adalah sosok yang baik. Kepada dirinya dan keempat saudaranya, sang ayah selalu menanamkan nilai-nilai positif dalam menjalani kehidupan.
"Dia menunjukkan pada kami bagaimana menjadi tahan banting, bagaimana menghadapi tantangan dan bagaimana berusaha dalam segala hal yang kami lakukan. Dia mengajarkan kami bahwa tidak ada yang tidak bisa kami capai jika kami memiliki visi dan semangat serta etika kerja yang baik," tuturnya.
Selama masa kampanye, Donald sendiri juga sering memuji Ivanka. Menurut pengusaha kaya itu, putrinya punya pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan mengenai pengasuhan anak-anak dan undang-undang tenaga kerja. Saat kampanye di Iowa misalnya, dia menyebut Ivanka mendorongnya sangat keras agar bisa membuat kebijakan biaya pengasuhan anak lebih terjangkau dan mudah diakses.
Dengan segala keterlibatan Ivanka tersebut tidak mengherankan jika kini muncul pertanyaan, mungkinkah Ivanka juga duduk dalam kabinet menteri ayahnya. Pertanyaan itu pernah diajukan kepada Donald pada Agustus 2016. Dan dia bilang, "Orang-orang memang selalu bilang padaku aku harus memasukkan Ivanka sebagai menteri. Dia memang sangat populer dan telah bekerja sangat bagus. Kalian semua tahu bagaimana Ivanka."
Meski berpeluang menjadi menteri dalam kabinet ayahnya, Ivanka belum pernah membuat pernyataan terkait hal tersebut. Dia lebih memilih fokus pada bisnisnya dan keluarganya. Sehari setelah ayahnya dinyatakan menang pemilihan presiden Amerika Serikat pun dia tampak langsung kembali bekerja. Donald sendiri pun pernah bilang, dia tidak akan memikirkan berbagai perusahaan yang dimilikinya karena dia memiliki Ivanka dan putranya Eric yang bisa mengelola semuanya.
(eny/eny)
Sejak Donald mencalonkan diri menjadi presiden Amerika, Ivanka memiliki peran besar mulai dari memperkenalkan ayahnya ke seluruh warga Amerika Serikat dalam Konvensi Nasional Partai Republik hingga berbicara mengenai kebijakan yang akan diterapkan sang ayah jika menjadi presiden. Wanita 35 tahun itu juga kerap memberikan pembelaan yang pintar ketika ayahnya ataupun dirinya diserang kritik.
Seperti ketika sekelompok orang menyatakan boikot pada produk fashion buatannya, Ivanka memilih menanggapinya dengan santai. ""Menyenangkannya hidup di Amerika adalah orang bisa melakukan apapun yang mereka mau. Tapi aku lebih suka bicara pada jutaan, 10 juta wanita Amerika yang merasa terinspirasi dengan brand milikku dan pesan yang coba aku sampaikan," demikian kata Ivanka saat diwawancara Good Morning America.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: REUTERS/Mike Segar |
"Itulah alasannya aku menjadi wanita seperti sekarang aku ini," ujar Ivanka. Sehari-harinya, sebagai anak dari Donald Trump, Ivanka ikut membantu mengelola usaha ayahnya. Dia juga memiliki bisnis sendiri yang bergerak di bidang fashion.
Melalui lini busananya, ia berusaha mengkampanyekan dukungannya pada wanita bekerja. Dia menggunakan hashtag #WomenWhoWork di banyak postingan media sosialnya sebagai bentuk solidaritasnya pada wanita bekerja. Dia bahkan merilis buku berjudul Women Who Work: Rewriting the Rules for Success.
"Aku mencoba memberdayakan para wanita di semua aspek kehidupan mereka. Dan aku sudah melakukan ini jauh sebelum kampanye presiden," ujar istri dari Jared Kushner itu.
Foto: Getty Images |
Selain menjadikan dirinya sebagai contoh sukses bagaimana Donald mendidik anak, Ivanka juga kerap meyakinkan pada para calon pemilih ayahnya semasa kampanye bahwa pria berambut pirang itu adalah sosok yang baik. Kepada dirinya dan keempat saudaranya, sang ayah selalu menanamkan nilai-nilai positif dalam menjalani kehidupan.
"Dia menunjukkan pada kami bagaimana menjadi tahan banting, bagaimana menghadapi tantangan dan bagaimana berusaha dalam segala hal yang kami lakukan. Dia mengajarkan kami bahwa tidak ada yang tidak bisa kami capai jika kami memiliki visi dan semangat serta etika kerja yang baik," tuturnya.
Selama masa kampanye, Donald sendiri juga sering memuji Ivanka. Menurut pengusaha kaya itu, putrinya punya pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan mengenai pengasuhan anak-anak dan undang-undang tenaga kerja. Saat kampanye di Iowa misalnya, dia menyebut Ivanka mendorongnya sangat keras agar bisa membuat kebijakan biaya pengasuhan anak lebih terjangkau dan mudah diakses.
Foto: Spencer Platt/Getty Images |
Dengan segala keterlibatan Ivanka tersebut tidak mengherankan jika kini muncul pertanyaan, mungkinkah Ivanka juga duduk dalam kabinet menteri ayahnya. Pertanyaan itu pernah diajukan kepada Donald pada Agustus 2016. Dan dia bilang, "Orang-orang memang selalu bilang padaku aku harus memasukkan Ivanka sebagai menteri. Dia memang sangat populer dan telah bekerja sangat bagus. Kalian semua tahu bagaimana Ivanka."
Meski berpeluang menjadi menteri dalam kabinet ayahnya, Ivanka belum pernah membuat pernyataan terkait hal tersebut. Dia lebih memilih fokus pada bisnisnya dan keluarganya. Sehari setelah ayahnya dinyatakan menang pemilihan presiden Amerika Serikat pun dia tampak langsung kembali bekerja. Donald sendiri pun pernah bilang, dia tidak akan memikirkan berbagai perusahaan yang dimilikinya karena dia memiliki Ivanka dan putranya Eric yang bisa mengelola semuanya.
(eny/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Katy Perry Pamer Liburan Tahun Baru Bareng Justin Trudeau, Beri Kecupan Manis
Sosok Callum Turner, Tunangan Dua Lipa yang Diisukan Jadi James Bond
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Most Popular
1
Katy Perry Pamer Liburan Tahun Baru Bareng Justin Trudeau, Beri Kecupan Manis
2
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
3
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
4
Potret Menyentuh Pengantin Wanita yang Tampil Botak di Hari Pernikahan
5
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
MOST COMMENTED












































Foto: REUTERS/Mike Segar
Foto: Getty Images
Foto: Spencer Platt/Getty Images