Fenomena Jual-Beli Pakaian Dalam Bekas, Celana Dalam Terjual Rp 64 Juta

Hestianingsih - wolipop Senin, 03 Okt 2016 10:10 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Jual-beli barang bekas seperti pakaian atau tas sudah menjadi hal yang lumrah. Selain membantu mengosongkan lemari dari barang-barang yang sudah tidak dipakai tapi masih dalam kondisi baik, uang yang didapatkan dari jual-beli barang bekas juga bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

Tapi bagaimana jika yang diperjualbelikan adalah pakaian dalam bekas? Percaya atau tidak, bisnis jualan celana dalam bekas pakai ternyata sedang marak di Amerika Serikat dan Eropa.

Wanita yang menjual pakaian dalam bekas ke konsumen pria kini menjadi fenomena baru. Tak dijual murah, pakaian dalam yang ditawarkan bernilai hingga jutaan rupiah. Pasar jual-beli pakaian dalam bekas ini memang sangat spesifik, namun ada kecenderungan bisa menjadi bisnis yang cukup menguntungkan.


Para wanita penjual pakaian dalam ini bisa menghasilkan uang hingga USD 5000 atau sekitar Rp 64 juta untuk satu pasang celana. Angka yang cukup mencengangkan untuk pakaian dalam bekas yang bukan dikenakan oleh selebriti.

Situs Independent melaporkan bisnis yang tidak biasa ini mulai populer karena salah satu episode serial 'Orange is the New Black' di Netflix. Dalam episode tersebut, salah satu tokoh protagonus Piper Chapman diceritakan menjual koleksi pakaian dalam bekasnya.

Episode yang tayang pada Juni, tahun lalu tersebut membuat pencarian Google tentang lingerie bekas meningkat. Di Anerika Serikat, fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun di Eropa, khususnya Inggris baru marak terjadi belakangan ini.

Sofia Gray, marketplace yang khusus menjual pakaian dalam bekas untuk pria dan wanita melihat sebagian besar pelanggannya berusia 18 hingga 35 tahun. Semakin lama usia pakaian dalam, harganya bisa lebih tinggi. 'Sejarah' pakaian dalam yang dijual pun beraneka ragam, ada yang pernah dipakai saat berolahraga bahkan bermasturbasi.

Alex Matthews, Co-founder Sofia Gray mengungkapkan, seorang pelanggan pernah membeli celana dalam yang pernah dipakai selama tiga minggu berturut-turut dengan harga tertinggi. Alex juga menuturkan, bisnis unik ini bisa menjadi mata pencaharian para wanita muda karena pendapatan dari penjualan tidak bisa dibilang main-main.

"Penjualnya ada seorang siswa dan ini menjadi pemasukan sampingannya. Dia penjual yang cukup populer di situs kami dan telah memiliki pelanggan setia. Salah seorang pelanggan pernah meminta sepasang celana dalam dengan 'permintaan khusus'. Ketika penjualnya bercanda dengan mematok harga sebesar USD 5000, pembelinya menurutinya dan membelinya sejumlah harga yang disebutkan itu," cerita Alex, seperti dikutip dari News.com.au.

Di Inggris, tren ini juga diikuti oelh kalangan pelajar yang menjual pakaian dalam bekasnya secara online untuk menambah uang saku. Seorang siswi berusia 21 tahun mengaku ikut bergabung dalam sebuah situs trading dengan iuran Rp 250 ribuan per bulan, khusus untuk 'menjajakan' pakaian dalam bekas pakainya.

Dari usahanya itu, ia bisa mendapatkan penghasilan 100 poundsterling setiap bulan, atau sekitar Rp 1,6 juta hanya dengan menjual satu atau dua item per minggu. Belum terungkap siapa dan dari kalangan mana saja peminat pakain dalam bekas yang pernah dipakai para wanita muda ini. Sebab, transaksi jual-beli sangat mengutamakan anonimitas. Artinya identitas pembeli dan penjual dirahasiakan. (hst/hst)