Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ketika Kim Kardashian Bicara Soal Larangan Senjata Api dan Feminisme

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 08 Agu 2016 10:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: dok. Instagram (Kim Kardashian)
Jakarta - Populer karena foto-foto seksinya, Kim Kardashian selama ini dianggap hanya mampu membicarakan hal remeh-temeh. Namun belum lama ini dalam sebuah acara konferensi blogger, Kim mampu berbicara hal yang cukup 'berbobot'.

Kim hadir dalam konferensi BlogHer yang diadakan di Los Angeles, Sabtu (6/8/2016). Dalam acara tersebut, wanita 35 tahun itu mengungkapkan kekhawatirannya mengenai peredaran senjata api di Amerika Serikat yang begitu bebas. Pada Juni 2016 kemarin setelah aksi penembakan di sebuah klub gay, dia pun sempat menyuarakan isi hatinya soal kapan undang-undang kepemilikan senjata ini diubah.

"Aku sangat takut akan semuanya. Aku paranoid dan khawatir. Ini benar-benar membuatku gelisah," ujar Kim seraya menambahkan ketakutannya ini terjadi karena kini dirinya adalah ibu dari dua anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kim berharap pemerintah bisa segera mengubah undang-undang kepemilikan senjata sehingga tidak sembarangan orang bisa memiliki benda tersebut. Dia ingin anak-anaknya hidup dalam lingkungan yang sehat, bukan yang penuh dengan teror.

"Aku akan berbicara dengan lantang mengenai kontrol kepemilikan senjata ini. Aku hanya ingin benar-benar protektif pada anak-anakku," kata istri Kanye West itu.

Selain membahas mengenai kontrol kepemilikan senjata, dalam acara konferensi blogger terbesar di Amerika Serikat itu Kim juga membicarakan mengenai label feminis. Dia tidak mau disebut sebagai feminis dan tak pernah merasa dirinya sebagai aktivis kewanitaan.

"Aku tidak suka dengan label itu. Aku hanya melakukan apa yang aku sukai dan aku ingin wanita menjadi lebih percaya diri. Aku sangat mendukung apapun yang dilakukan wanita," ucap Kim yang baru saja menjadi model sampul majalah Forbes berkat kesuksesan aplikasi permainannya itu. Kim mampu menghasilkan US$ 45 juta hanya dari satu permainan yang dirilisnya di internet.

Kim yang kerap berpose tanpa busana itu mengaku melakukan hal tersebut bukan karena ingin mendorong wanita melakukan hal serupa. Dia tidak mau dilabeli sebagai feminist karena apa yang dilakukannya itu dianggap sebagai sebuah perayaan wanita terhadap tubuhnya.

"Aku bukan tipe wanita yang melakukan gerakan free the nipple. Kalau kamu tidak merasa nyaman dengan hal itu, jangan melakukannya. Jadilah dirimu sendiri dan tampilah percaya diri," tegasnya.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads