Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Terbang dengan Jet Pribadi, Pangeran William dan Kate Liburan ke Paris

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 28 Jul 2016 14:42 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Ben A. Pruchnie
Jakarta - Setelah perayaan ulang tahun si sulung, Pangeran William dan Kate Middleton membawa serta kedua anak mereka untuk berlibur ke Paris. Pangeran George dan Putri Charlotte diajak menikmati pesawat jet pribadi untuk mencapai negeri Menara Eiffel itu.

Keluarga Kerajaan Inggris ini terlihat mendarat di Bandara Pau Pyrénées, yang terletak di kawasan barat daya Prancis pada Selasa (26/7/2016). Mereka tampak turun dari pesawat jet seharga £8 juta milik ayah baptis Pangeran George, Duke of Westminster.

Pesawat Cessna Citation X itu merupakan pesawat sama yang sebelumnya dipakai Pangeran William dan keluarga saat pergi berlibur ke kawasan pegunungan Alpen pada Februari 2016 kemarin. Pesawat itu juga pernah digunakan mereka untuk berpergian ke Skotlandia pada September 2015.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Bagi Pangeran William dan Kate liburan ke Prancis ini menjadi cara mereka untuk rehat sejenak dari segala kesibukan. Tidak lama lagi mereka akan kembali menjalani tugas kerajaan dengan mengunjungi Kanada. Mereka mewakili Ratu Elizabeth II untuk memenuhi undangan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

"Duke dan Duchess sangat senang bisa kembali ke Kanada. Mereka memiliki kenangan yang menyenangkan saat kunjungan pada 2011, yang merupakan perjalanan luar negeri pertama mereka setelah menikah. Mereka berharap bisa melihat keindahan lainnya dari Kanada dan bertemu dengan lebih banyak penduduk lokal selama di sana," demikian pernyata dari Istana Kensington.

Mengenai liburan ke Paris sendiri, negeri tersebut memiliki kesan tersendiri untuk Pangeran William dan Kate. Mereka pernah berlibur ke sebuah villa mewah di kawasan Provence, dan saat liburan itulah sang putri difoto dalam keadaan topless oleh paparazzi. Foto tersebut kemudian diterbitkan oleh majalah Closer pada 2011. Dan pihak Kerajaan Inggris langsung mengambil tindakan dengan menuntut majalah itu.

(eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads