Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jennifer Lopez Pernah Dianggap Terlalu Gemuk

Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 11 Jun 2016 12:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Frederick M. Brown/Getty Images
Jakarta - Menjadi salah satu selebriti wanita terseksi di dunia, siapa sangka kalau dulu bentuk tubuh Jennifer Lopez sempat dianggap tak menarik. Di awal-awal kariernya, penyanyi yang populer lewat lagu 'If You Had My Love' ini pernah diminta menurunkan berat badan karena dianggap terlalu gemuk.

Wanita berdarah latin ini memang dikenal dengan tubuhnya yang berisi. Ia pun selalu menolak jika ada orang yang menyuruhnya menurunkan berat badan karena itu membuatnya tidak menjadi diri sendiri. Seperti saat di awal kariernya sebagai penyanyi sekaligus aktris.

"Mereka terus memintaku untuk menurunkan berat badan, kala itu aku seorang penari dan tubuhku atletis. Bahkan mantan manajerku saat itu juga bilang padaku, 'Kamu harus kurangi berat badan. Kamu perlu lebih kurus'," tuturnya seperti dikutip dari Female First.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsistensinya mempertahankan bentuk tubuh yang ia miliki sekarang, sukses menginspirasi banyak wanita untuk mencintai dirinya sendiri. Begitu tahu ia menjadi contoh yang baik bagi para wanita untuk menghargai apa yang sudah mereka miliki, J-lo merasa perjuangannya mempertahankan prinsip tak sia-sia.

Wanita berusia 46 tahun ini bercerita bahwa seorang penggemar pernah mengatakan padanya kalau dirinya kini lebih percaya diri dengan tubuhnya. Sang penggemar tak lagi memakai sweater yang diikatkan di pinggang demi menutupi tubuhnya yang terbilang gemuk.

"Itu sebuah perjuangan. Benar-benar perjuangan, jadi senang rasanya tahu keyakinanku bisa membantu setiap orang dengan caraku sendiri. Karena sebenarnya aku hanya ingin menjadi diri sendiri tanpa harus berusaha menuruti apa yang seharusnya dilakukan semua orang," ujar mantan istri penyanyi Marc Anthony ini.

J-lo pun bersyukur, kini imej tentang bentuk tubuh wanita lebih bervariasi. Wanita dengan tubuh berisi ataupun plus-size lebih diterima khususnya dalam industri hiburan maupun media massa.

"Ini masa yang berbeda dari yang dulu. Mengagumkan rasanya bagi saya bisa melihat kini sudah banyak orang yang menerima perbedaan. Mereka lebih menerima segala bentuk tubuh atau ras atau gender. Kita mulai menuju ke arah situ," pungkasnya. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads