Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mahasiswi Ini Meneliti Klan Kardashian untuk Kerjakan Tesis

Hestianingsih - wolipop
Senin, 25 Apr 2016 09:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Getty Images
Jakarta - Sejak kemunculannya di reality TV 'Keeping Up With The Kardashians', Kim beserta dua saudarinya telah menjadi fenomena dalam budaya populer. Tak hanya di negara kelahirannya Amerika Serikat tapi juga kawasan Eropa hingga Asia.

Keberadaan klan Kardashian pun menggugah rasa ingin tahun Eliza Cummings-Cove untuk menguliknya lebih dalam untuk sebuah penelitian. Wanita 20 tahun ini merupakan mahasiswi jurusan sosiologi yang tengah menyelesaikan disertasinya. Eliza, yang mengambil kuliah S2 di Durham University, Inggris, menulis tesis tentang bagaimana pengaruh tiga wanita ini dalam budaya post-femininisme.

Untuk mengerjakan tesisnya, Eliza harus menonton serial reality TV mereka lebih dari 80 jam. Dari tontonan tersebut ia pun mencoba mengeksplor ide-ide tentang kebebasan seksual, konsumerisme dan ketertarikan fisik secara rasial.

Ide Eliza untuk mengangkat Kardashian bersaudari sebagai subjek penelitian, awalnya dianggap remeh oleh banyak orang. Namun wanita berambut brunette ini tetap dengan pendiriannya bahwa mereka punya pengaruh cukup besar dalam membentuk sebuah persepsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika orang dengan tentang topik disertasiku mereka bilang itu konyol. (Tapi) menurutku ada banyak kaitannya dengan budaya. Kardashian ada dimana-mana di media. Mereka membentuk bagaimana remaja perempuan saat ini menjadi wanita seperti apa nantinya," jelas Eliza seperti dikutip dari Daily Mail.

Ia juga meneliti kehidupan percintaan Kim, Khloe dan Kourtney yang kompleks dan penuh drama serta melakukan investigasi apakah pernikahan mereka merealisasikan kisa cinta yang 'bahagia selamanya' di era post-femininisme ini. Eliza tidak menampik bahwa topik untuk tesisnya memang awalnya dibuat hanya sebagai lelucon. Namun semakin ia mencoba mencari tahu, semakin ia serius mendalami ide tersebut.

"Aku nonton acaranya secara rutin dan bertahun-tahun lamanya. Semakin banyak aku membaca soal post-femininisme semakin aku menyadari aku bisa mengaitkannya dengan acara tersebut," jelasnya.  

Saat mengajukannya sebagai subjek penelitian, sang dosen ternyata menyetujui dan melihatnya sebagai ide yang bagus. Eliza pun mulai menonton setiap episode, mencatat hal-hal detail dan melakukan wawancara dengan sejumlah wanita tentang fenomena Kardashian.

Lalu, apa kesimpulan dari penelitiannya? Penelitian panjangnya menemukan bahwa gaya hidup Kim Kardashian cs. punya dampak yang amat negatif bagi wanita pada umumnya. Awalnya, Eliza melihat ketiganya sebagai gambaran wanita yang sangat bebas, independen dan berdaya.

"Tapi ketika aku melihatnya lebih jauh, budaya di mana mereka berada masih sangat berakar pada prasangka terhadap wanita dan adanya ketidaksetaraan. Kourtney adalah favorit saya, dia sepertinya yang paling tidak terpengaruh oleh semua itu," pungkasnya. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads