Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hari Kartini, Mooryati Soedibyo Rilis Buku Otobiografi di Usia 88 Tahun

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 21 Apr 2016 14:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Kiprah DR. BRA Mooryati Soedibyo dalam dunia dagang dan politik sudah tak diragukan lagi. Pemilik perusahaan kosmetik PT Mustika Ratu tersebut dikenal aktif dalam sejumlah organisasi bahkan pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI di tahun 2004-2009.

Di usianya yang ke-88, wanita yang akrab disapa Moor itu pun ingin berbagi mengenai ilmu dan pengalaman hidup serta kariernya. Yakni dengan meluncurkan buku otobiografi bertajuk 'Menerobos Tradisi Memasuki Dunia Baru, The Untold Story'.

Moor memang punya perjalanan hidup yang menarik. Wanita 88 tahun tersebut merupakan Puteri Keraton Surakarta yang sukses menjadi pengusaha kosmetik berbasis jamu tradisional. Meski keturunan ningrat, Moor mengalami sejumlah tantangan saat memilih berdagang jamu di tahun 70-an.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moor yang kala itu merupakan istri seorang PNS sempat menghadapi rintangan karena tidak boleh berdagang. Tak patah arang, ia pun meminta izin berbisnis untuk menambah kebutuhan hidup keluarga. Setelah berhasil mendapatkan izin, tantangan kembali datang dalam bentuk cibiran.
"Seorang Puteri saat itu tabu berdagang. Dikatakan tidak pantas dan merendahkan diri apalagi jamu gendong. Tapi saya mau mengembangkan jamu sebagai sesuatu yang bisa diteliti. Mbak yu gendong pun masih tetap bertahan karena punya pasar sendiri," jelas Moor saat peluncuran bukunya di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016).

Ia pun mendirikan PT. Mustika Ratu dengan lambang pria dan wanita yang menyimbolkan kerukunan dan persatuan gender. Saat ini, perusahaan tersebut bisa dibilang cukup sukses dalam menawarkan kosmetik berbasis ramuan Indonesia. Sesuai dengan judul otobiografinya, Moor melakukan terobosan dalam mengembangkan Mustika Ratu.

"Saya menerobos tradisi karena mendambakan perubahan. Meski dapat pendidikan tradisi, saya melihat perubahan bisa membantu kemajuan Indonesia. Dikatakan untold story karena langkah yang dilakukan belum banyak yang tahu," katanya.

Diakui Moor, pembuatan buku tersebut tidaklah mudah. Di usianya yang ke-88, ia mengungkap banyak lupa namun masih ingin membagi peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya. Berusaha keras untuk mengingat, buka tersebut akhirnya selasa dikerjakan setelah hampir satu tahun, dan rilis tepat di Hari Kartini. Buku keempat Moor sudah mulai tersedia di toko buku mulai minggu depan, dengan harga Rp 158 ribu. (ami/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads