Alasan Stasiun TV Sensor Kebaya Puteri Indonesia 2016
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 25 Feb 2016 21:48 WIB
Jakarta
-
Siaran ulang malam final Pemilihan Puteri Indonesa (PPI) 2016 sempat heboh di social media hingga menuai kontroversi lantaran penyensoran kebaya. Pihak Indosiar, selaku stasiun TV yang menayangkan acara itu, angkat bicara soal penyensoran tersebut.
Dicky Sadikin, Executive Producer Malam Puncak PPI 2016, membenarkan adanya penyensoran sejumlah busana kontestan. Ia mengatakan penyensoran itu dilakukan atas inisiatif pihak Indosiar sendiri, bukan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti yang dituduhkan para netizen.
"Tidak ada pula intervensi dari KPI. Tapi tindakan kami ini mengacu pada rambu-rambu KPI soal tayangan yang mengandung unsur pornografi," ujar Dicky kepada Wolipop, Kamis (25/2/2016).
Kebijakan untuk menyensor, tambah Dicky, diputuskan saat rapat internal. Pada rapat itu, disebutkan bahwa ada sejumlah busana karya Anne Avantie dan putrinya Intan Avantie yang terlalu terbuka sehingga harus disensor. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi untuk menghindari teguran dari pihak KPI.
Penyensoran berupa pemburaman pada bagian dada dan belahan rok kebaya itu terlihat saat siaran ulang acara tersebut, Minggu (21/2/2016). Kebaya yang terkena sensor di antaranya adalah kebaya rancangan Intan yang membaluti tubuh lima besar finalis.
Indosiar sendiri menayangkan secara langsung malam final Pemilihan Puteri Indonesa (PPI) 2016 dua hari sebelumnya tanpa penyensoran.
Namun, Dicky mengaku bahwa pemburaman tersebut memang terlalu berlebihan. "Blurnya ketebalan. Seharusnya tidak setebal itu. Ini karena kami terkendala waktu deadline. Tidak gampang untuk melakukan pengeditan yang rapi dalam waktu yang relatif singkat," aku Dicky.
Ia menambahkan, dalam sejarah penayangan PPI di Indosiar, baru kali ini terjadi penyensoran.
Menurutnya, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya dan penyelenggara PPI. "Agar semua pihak sama-sama enak, kami akan mengimbau para desainer yang digandeng PPI untuk membuat busana yang pantas dipakai dalam siaran TV," katanya.
Sejauh ini, Dicky mengaku belum menerima tanggapan bernada protes dari desainer terkait penyensoran itu. (dng/hst)
Dicky Sadikin, Executive Producer Malam Puncak PPI 2016, membenarkan adanya penyensoran sejumlah busana kontestan. Ia mengatakan penyensoran itu dilakukan atas inisiatif pihak Indosiar sendiri, bukan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti yang dituduhkan para netizen.
"Tidak ada pula intervensi dari KPI. Tapi tindakan kami ini mengacu pada rambu-rambu KPI soal tayangan yang mengandung unsur pornografi," ujar Dicky kepada Wolipop, Kamis (25/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Penyensoran berupa pemburaman pada bagian dada dan belahan rok kebaya itu terlihat saat siaran ulang acara tersebut, Minggu (21/2/2016). Kebaya yang terkena sensor di antaranya adalah kebaya rancangan Intan yang membaluti tubuh lima besar finalis.
Indosiar sendiri menayangkan secara langsung malam final Pemilihan Puteri Indonesa (PPI) 2016 dua hari sebelumnya tanpa penyensoran.
Namun, Dicky mengaku bahwa pemburaman tersebut memang terlalu berlebihan. "Blurnya ketebalan. Seharusnya tidak setebal itu. Ini karena kami terkendala waktu deadline. Tidak gampang untuk melakukan pengeditan yang rapi dalam waktu yang relatif singkat," aku Dicky.
Ia menambahkan, dalam sejarah penayangan PPI di Indosiar, baru kali ini terjadi penyensoran.
Menurutnya, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya dan penyelenggara PPI. "Agar semua pihak sama-sama enak, kami akan mengimbau para desainer yang digandeng PPI untuk membuat busana yang pantas dipakai dalam siaran TV," katanya.
Sejauh ini, Dicky mengaku belum menerima tanggapan bernada protes dari desainer terkait penyensoran itu. (dng/hst)
Makanan & Minuman
Promina 6+ Beras Merah, Pilihan Praktis MPASI Pertama Bayi yang Bernutrisi
Perawatan dan Kecantikan
Capek Double Cleansing? Produk Ini Bisa Bersihkan Makeup dengan Cepat
Fashion
On Cloud 6 Coast Men, Sneakers Ringan dan Empuk untuk Harian-Traveling
Home & Living
Philips Handheld Steamer STH3010/70, Solusi Setrika Cepat & Tanpa Ribet
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Antre Berjam-jam Demi BTS, ARMY Ini Ngaku Dikurung Saat Syuting Jimmy Fallon
Gaya Iriana Dampingi Jokowi Silaturahmi Dengan Prabowo, Pakai Tas Rp 182 Juta
Britney Spears Tuding Akun iCloud-nya Dibajak Mantan Bodyguard
Angelina Jolie Bagikan Kehidupan Wanita Gaza Lewat Surat yang Menyanyat Hati
Sinopsis Kong: Skull Island, Film di Bioskop Trans TV Hari Ini
Most Popular
1
Kisah Pria Di-bully di Sekolah Hingga Tempat Kerja, Kini Didekati Banyak Wanita
2
Potret Terbaru Nikita Willy Tampil Dengan Hijab, Cantiknya Bikin Adem
3
Antre Berjam-jam Demi BTS, ARMY Ini Ngaku Dikurung Saat Syuting Jimmy Fallon
4
Gaya Iriana Dampingi Jokowi Silaturahmi Dengan Prabowo, Pakai Tas Rp 182 Juta
5
Angelina Jolie Bagikan Kehidupan Wanita Gaza Lewat Surat yang Menyanyat Hati
MOST COMMENTED












































